Article
PDF Available

PERAN Sosok Lanjut umur Dalam MENINGKATKAN Cemeti Sparing SISWA Inferior V DI SEKOLAH Dasar INPRES ILIGETANG

Abstract

Penelitian ini bertujuan kerjakan mencerna peran ibu bapak dalam meningkatkan performa belajar anak di Sekolah Dasar Inpres Iligetang periode visiun 2016/2017. Selain itu maksud lain dari penelitian ini merupakan bagi menjagakan para ayah bunda pengampu petatar kelas V Sekolah Dasar inpres Iligetang Tahun Tajali 2016/2017 agar menerapkan peran ibu bapak intern meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengkajian ini merupakan Penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti memperalat akumulasi data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian yakni petatar kelas V SD Inpres Iligetang Maumere yang berjumlah 25 petatar nan terdiri dari 10 junjungan-junjungan dan 15 perempuan. Perigi data berasal berpangkal guru dan orang bertongkat sendok pelajar atau pengampu. Teknik pemungutan sampel bagaikan sumber data dalam penelitian ialah snowball sampling. Keabsahan data dalam penggalian ini menggunakan teknik legalitas konstruk, keabsahan internal, kesahihan eksternal dan reliabilitas. Prosedur pengkhususan melalui 3 tahap yaitu tahap penjajagan, eksplorasi dan tahap member chek . Hasil penyelidikan menunjukan bahwa menerobos peran orang tua kerumahtanggaan berlatih petatar dapat meningkatkan motivasi berlatih murid. Kenaikan manifestasi membiasakan siswa menunjukan suatu hasil nan berupa bermula sebelumnya. Terbukti berusul nilai-nilai yang diperoleh di kelas bawah dan juga menerobos tugas nan diberikan oleh temperatur. Simpulan penelitian ini ialah penerpan peran ibu bapak dapat meningkatkan lecut belajar petatar.

Join for free

Content may be subject to copyright.

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

129

P-ISSN: 2615-1723

E-ISSN: 2615-1766

Oktober 2018

Surat kabar Riset Pendidikan Bawah

01 ( 2), ( 2018)
129-139

Submitted: Agustus, Accepted: September, Published: Oktober

http://journal.unismuh.ac.id/index.php/jrpd

PERAN Bani adam TUA Dalam MENINGKATKAN MOTIVASI Sparing

SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR INPRES ILIGETANG

Hermus Hero*
,
Maria Ermalinda Sni

Programa Pengkajian Pendidikan Master Sekolah Dasar
,
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikahorizon

Institut Nusa Nipa, Indonesia

Ikatan. E-mail: edo_cddpon@yahoo.com

Penelitian
ini
berujud
untuk
mengetahui

peran

orang

lanjut usia

dalam
meningkatkan
pengejawantahan
belajar
anak
di

Sekolah
Dasar

Inpres
Iligetang

tahun
ajaran

2016/2017.
Selain

itu

tujuan

tidak

dari

penelitian

ini
yaitu

kerjakan menyadarkan

para turunan

tua wali

peserta kelas V

Sekolah Sumber akar inpres

Mengungsigetang Tahun

Tajali

2016/2017
agar

menerapkan

peran
orang

tua

dalam
meningkatkan

motivasi

membiasakan
pelajar.

Riset

ini

merupakan Penelitian
kualitatif deskriptif.
Kerumahtanggaan penelitian
ini pengkaji
menunggangi
penumpukan data

dengan metode observasi,
temu duga dan dokumentasi. Subjek penelitian
yaitu siswa kelas
V SD Inpres

Iligetang Maumere yang
berjumlah 25
siswa nan terdiri
bermula 10
laki-laki dan
15 cewek.
Perigi data

terbit dari guru

dan

anak adam

berida siswa

atau

wali.

Teknik pengambilan spesimen
sebagai
sumur
data
dalam

riset

adalah
snowball sampling
.

Kebenaran

data

n domestik

penelitian

ini



menggunakan teknik keabsahan

konstruk,

validitas internal,

keabsahan eksternal

dan reliabilitas.
Prosedur penelitian

melalui

3 tahap

adalah

tahap penjajagan,
investigasi

dan tahap

member

chek

.
Hasil

penelitian menunjukan
bahwa

melalui

peran individu

tua dalam berlatih

siswa dapat meningkatkan

motivasi belajar siswa. Peningkatan

prestasi

belajar siswa menunjukan suatu hasil yang positif berusul sebelumnya. Terbukti dari nilai-biji nan
diperoleh

di kelas

dan

pula

melalui

tugas

yang

diberikan
oleh
guru.
Simpulan
penekanan
ini
yaitu

penerpan
peran

ibu bapak boleh meningkatkan motivasi belajar siswa.

Kata Kunci:
Peran Orang tua, motifasi belajar siswa


THE ROLE OF PARENTS IN IMPROVING STUDENT MOTIVATION OF CLASS V

IN
ILIGETANG
ELEMENTARY SCHOOL OF ILIGETANG

Abstract

This
study

aims to
determine
the

role of parents

in

improving
children’s

learning achievement

in

Elementary School

Inpres
Iligetang

academic year 2016/2017. In
addition,

another

purpose
of

this research is

to awaken
the

parents

of

guardian of
grade V

elementary school inpres
Iligetang Academic

Year 2016/2017 to
apply the

role of

parents in

improving students’ learning motivation. This research is
descriptive qualitative research. In this research, the researcher

use data
collecting by
observation
method, interview and
documentation.
The subjects
of
the study
were the
students
of

grade V

SD
Inpres
Iligetang
Maumere

with

25

students

consisting

of

10

men
and
15
women.
The
source
of
the

data

comes from

teachers and parents

of students or guardians.

Sampling technique as

a source of data

in research is

snowball sampling. The

validity

of
the
data
in
this study

uses
construct
validity
techniques,
internal validity,
external

validity
and

reliability.

The

research
procedure
through

3

stages of exploration,
exploration
and

member

check stage.

The results showed
that through

the role

of parents in
learning students
can improve

student learning motivation.

Improvement of

student achievement

shows a

positive result from

before. Evident from the

values obtained in the

classroom and
also through the
tasks assigned by
the teacher.
The
conclusions of
this research is
the role
of parents can

improve students’ learning motivation

Keywords:
Role of Parents, Student Motivation


Koran Eksplorasi Pendidikan Dasar, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

130

PENDAHULUAN

Pendidikan yaitu suatu usaha
yang

dilakukan

secara

pulang ingatan

cak bagi

mengubah

tingkah

laris

bani adam

baik

secara

individu

maupun

pasuk.

Pendidikan

nasional

berfungsi

berekspansi

kemampuan

dan

membentuk

watak

serta

peradaban

bangsa

yang bermartabat
n domestik
rangka mencerdaskan

kehidupan

nasion

yang

bertujuan

bagi

mengembangkan

potensi

murid

didik

agar

menjadi

khalayak

yang beriman
dan

bertakwa

kepada

Tuhan

Yang

Maha

Esa,

berakhlak

mulia,

sehat, berilmu,

cakap, kreatif,

mandiri

dan menjadi warga Negara yang demokratis

serta

bertanggung

jawab. Dengan

demikian,

pendidikan

dapat

dikatakan

sebagai

sebuah

upaya

luhur

dan

sani

yang

dengannya anak

dicerdaskan dan keterampilannya diasah kerjakan

menjadi bani adam

yang berguna dan

bermutu

bagi bangsa dan negara.

Menurut

Undang-Undang

Nomor

20

Tahun

2003

tentang

Sistem

Pendidikan

Kewarganegaraan

menyatakan

bahwa

pendidikan

yakni

usaha

siuman

dan

terencana

untuk

menciptakan menjadikan

suasana

berlatih

dan

proses

pengajian pengkajian agar

peserta didik

secara aktif

melebarkan potensi

dirinya. Buat

itu,

keterlibatan orang jompo merupakan keseleo suatu

aspek

terdahulu

kerjakan

turut

meningkatkan

lecut membiasakan siswa.

Orang tua merupakan
wadah pendidikan

atau

sekolah yang

pertama dan

utama

bagi

anak.

Dalam

hubungan

dengan

dunia

pendidikan,

khalayak

tua lontok

adalah

keseleo

satu

sekolah

informal.

Maka,

orang

jompo

selayaknya n kepunyaan

andil dan

kontribusi

yang
signifikan terhadap
cambuk
belajar
anak asuh

sebagai

peserta

pelihara.

Orang tua
kembali

berlimpah

menyorong

alias

men-support

anak

untuk

semakin giat
dalam
belajar.
Dengan demikian,

harus diakui bahwa motivasi berbunga sosok tua

sangat

berpengaruh

bagi

proses

pendidikan

atau

belajar

anak.

Oleh

karena itu,
orang

tua

harus

sungguh

menciptakan

sebuah

lingkungan

pendidikan

atau belajar
yang

baik

bagi

anak-anak.

Insan

tua

terlazim

menjadi

motivator

yang

memenangi

dalam

upaya

pendidikan anak asuh.

Motivasi

ialah

sebuah

dorongan

yang timbul pada

diri seseorang

secara sadar

maupun

tak

pulang ingatan

kerjakan

mengerjakan

satu

tindakan sesuai dengan tujuan tertentu.

Berpangkal

pengertian ini bisa

dikatakan bahwa dalam

dunia

pendidikan

tembung belajar
merupakan

sebuah semangat nan terbiasa dimiliki oleh setiap

peserta pelihara.
Jika sendiri anak
(petatar didik)

memiliki motivasi

belajar yang baik maka

kamu

akan terseret untuk tekun dan

giat dalam

membiasakan.

Hal

ini

senapas

dengan

apa

nan

disampaikan

oleh

Sardiman

(1996:75)

yang

menyimpulkan

bahwa

cemeti

belajar

merupakan

keseluruhan

daya

penggerak

di

dalam

diri

pesuluh

(anak asuh)

nan

sanggup

menimbulkan kegiatan belajar, nan
menjamin

kelangsungan semenjak kegiatan belajar dan yang

menyerahkan

arah

pada

kegiatan

berlatih,

sehingga

pamrih

nan

dikehendaki

oleh

subjek

belajar

(anak

pelihara/siswa)

dapat

tercapai.

Namun, bakal membangun sebuah senawat

berlatih

yang

baik

diperlukan

faktor-faktor

pendukung.

Salah

suatu

faktor

pendukung

n domestik

motivasi berlatih anak ialah

peran orang lanjut umur.

Pendidikan intern batih yakni basis

pendidikan nan

pertama dan utama. Situasi

keluarga

yang

harmonis

dan

bahagia

akan

melahirkan anak asuh atau generasi penerus yang

baik

dan bertanggung

jawab. Peran
hamba allah

tua

yang seharusnya merupakan sebagai
orang pertama

dalam

meletakkan

asal-pangkal

pendidikan

terhadap anak-anaknya.

Dengan kejadian

tersebut,

hidup

anak bini terutama

peran orang

lanjut usia

yakni

lingkungan

pendidikan

pertama

yang

mempunyai

peranan

berfaedah

kerumahtanggaan

menentukan

dan

membina

proses

jalan

anak.

Tidak

menyelimuti

kebolehjadian

bahwa

ki kesulitan

yang

dialami

murid

di

sekolah

seperti

rendahnya

prestasi

belajar

siswa

dan

berhasil

tidaknya

proses

membiasakan siswa

merupakan akibat

atau lanjutan

berusul

keadaan

lingkungan

keluarga

yang

lain

harmonis

dan

peran

orang

sepuh

yang

bukan

dijalankan dengan baik.

Koran Riset Pendidikan Dasar, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

131

Kurangnya perhatian

berusul peserta didik

ini

sesungguhnya

dipengaruhi oleh

motivasi

membiasakan

yang

rendah.

Kejadian

tak

yang

juga

timbrung

menyebabkan minimnya semangat momongan dalam

mengikuti

kegiatan

proses

belajar
mengajar

di

kelas
adalah
lingkungan
keluarga
yang

kurang

kondusif.

Artinya,

lingkungan

keluarga

belum

mampu

mengasihkan

cambuk

sparing

yang

baik untuk anak, khususnya dalam
membimbing

dan mengarahkan budi
anak. Takdirnya memang

demikian,

maka

keluarga

telah gagal
menjadi

motivator

kerumahtanggaan

mendidik

karakter

anak.

Tujuan

terdahulu

pendidikan

yakni

mencerdasakan

umur

bangsa

dan

mengoptimalkan

keterampilan

untuk

menghasilkan

mata air

ki akal

insan

yang

berkualitas dan berkompeten.

Salah

suatu

cara

lakukan

meningkatkan

kualitas
sendang

kunci
khalayak

tersebut

ialah

dengan

pendidikan
formal
di
sekolah.

Peristiwa

itu

disebabkan maka dari itu kenyataan bahwa basyar tua

belum

mampu

sebaik-baiknya

menjadi

mitra

sekolah privat

ki menggarap

anak-momongan. Banyak

orang

tua
mudah menyerah

dan pasrah

atas

perilaku

dan

kenakalan

anak-anaknya,

membagi

kata-kata

julukan

tertentu

untuk

anak-anak

nan

nakal,

memanjakan

anak

jebah,

burung laut

menyindir

momongan

dengan

kata-kata

yang

kurang

bersusila

sehingga

melemahkan motivasi sparing anak.

METODE

Desain penelitian
yang
digunakan dalam

eksplorasi

ini

adalah

penelitian

kualitatif.

Sugiyono (2015:15),

engumpulan

dengan

triangulasi

(kawin),

analisis

data

berkepribadian

induktif/kualitaif,

dan

hasil

penelitian

kualitatif


makin

menekankan
makna
berpangkal

puas

generalisasi.

Obyek

alamiah

nan

dimaksud

oleh

Sugiyono adalah obyek nan apa adanya, tidak

dimanipulasi

oleh

pengkaji

sehingga

kondisi

pada

saat

peneliti

memasuki

obyek,

setelah

berada
di

obyek

dan
sesudah

keluar

dari

obyek

nisbi

tidak

berubah.

Dalam

mengerjakan

pengkhususan

mengenai

peran

keluarga

kerumahtanggaan

meningkatkan senawat sparing siswa kelas V di

Sekolah

Dasar Inpres

Iligetang,

peneliti tidak

mengatur

kondisi

gelanggang

penelitian

berlangsung.

Sumber data

dalam penelitian

kualitatif

dapat

diambil

berpangkal

informan,

arena

dan

peristiwa,

serta

arsip

ataupun

inskripsi

nan

berhubungan dengan

permasalahan

eksplorasi.

N domestik penelitian ini

pemeriksa mengidas orang

tertentu

yang

dipertimbangkan

akan

memberikan data
nan diperlukan,
selanjutnya

berdasarkan data dan informasi
yang diperoleh

pemeriksa

dapat

menargetkan

sampel

lainnya

yang

dipertimbangkan

akan memberikan

data

lebih lengkap (Sugiyono. 2015:301).

Berdasarkan

pertimbangan

varietas

data

kualitatif

yang

dibutuhkan

berikut:

Temu duga Individu

tua lontok Siswa

Kelas bawah

V SD

Inpres Iigetang, kuisioner

Cucu adam Tua renta dan

Murid

Kelas

V

SD

Inpres



Iligetang,

wawancara Guru Wali Inferior V SD

Inpres

Iligetang,
pertinggal
Temu duga
Peneliti dan

Orang Tua siswa Kelas V SD Inpres Iligetang

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sekolah

Dasar Inpres

Iligetang terdapat

275 siswa
dan
18 tenaga
kerja yang
terdiri dari

komponen

pengarah

sekolah

1

orang,

konsul

kepala

sekolah

1 orang,
tenaga pendidik

atau

suhu

15

individu,

operator

1

basyar,

dan

penjaga

sekolah 1 orang.
Dari ke 15 bani adam tenaga guru

yang
mutakadim dinyatakan

sebagai
Tenaga kerja
Area

Sipil

(PNS)

sejumlah

12

orang

termasuk

temperatur

kelas bawah

V

yang

keseluruhan

siswa

bimbingan

menjadi subyek dalam eksplorasi ini.

Guru

Popular:   Kata Kata Motivasi Ulang Tahun Untuk Diri Sendiri

kelas
V
yakni
pelecok

satu

responden
yang

diminta

keterangan

dalam

bagan

penimbunan

data

dan

pengelolaan

data.

Tenaga

kependidikan

di

sekolah

tersebut

sejumlah

1

khalayak

yang

ialah

cendekiawan

pendidikan

yang

bertugas

menyulam

seluruh

data

administrasi

sekolah termasuk

data guru

dan

data

siswa.

Seluruh

perkembangan

akademik

dan

non

akademik

pada

jaringan

komputer

sekolah,

situasi

ini

memudahkan

Jurnal Pengkajian Pendidikan Radiks, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

132

peneliti dalam proses pencarian
dan kreasi

data.

Pada

Tapel

206/2017,

SD

Inpres

Iligetang

menetapkan

beberapa

kegiatan

ekstrakurikuler
arti

menunjang

pembentukan

talenta

dan

minat

siswa.

Kegiatan

ekstrakurikuler nan terwalak di
Sekolah Asal

Inpres Iligetang antara
lain: (1)
bakti sosial,
(2)

olah

bodi,

(3)

kesenian,
(4)

pramuka.
Masing-

masing

kegiatan

ekstrakurikuler

tersebut

dikoordinir oleh

2 orang

guru nan

memiliki

bakat

dan

kemampuan

pada

per

rataan binaan,

kegiatan
ini
terjadi
secara
rutin

puas

setiap

petang

internal

setiap

pekan

tiba

pukul
15.30




17.00
wita.

Sedangkan

kegiatan

pembelajaran

di

Sekolah

Dasar

Inpres

Iligetang

terjadi

secara

terencana

dan

berstruktur, perencanaan
dan
sistematika proses

berlatih

mengajar

tersusun

secara

terdaftar,

melalui roster

yang dikeluarkan

konsul kepala

sekolah, pendedahan
mulai
hari
senin
setakat

masa

jumat,

dimulai

pada

pukul

07.15




12.00

wita, lega

hari sabtu

dilaksanakan kegiatan

pengembangan diri.

Temuan lain
privat penelitian ini
berupa

komplikasi

yang

dihadapi

makanya
petatar,

sosok

gaek,

dan guru. Dalam penelitian ini peneliti terlebih

dahulu

berkonsultasi

dengan

pengarah
sekolah

SD

Inpres

Iligetang

untuk

menyampaikan

penelitian yang
akan berlangsung
pada tanggal

03



Mei

2017


sampai

dengan

19

Mei

2017,

pada

setiap

pukul

08.15




11.00

wita

di

Sekolah, dan

pukul
16.00
19.00
wita
di rumah

manusia jompo

siswa. Pendalaman

ini memfokuskan

plong

kelas

V

SD

Inpres

Iligetang,

dengan

responden

yaitu

orang

tua/wali

peserta.

Responden internal

eksplorasi siswa

berjumlah

25

sosok.

Plong

penelitian

ini,

peneliti

menggunakan

wawancara

mendelongop

nan

mendalam

terhadap

orang

gaek

siswa

buat

mengetahui peristiwa

proses

belajar siswa

di

apartemen

masing-masing,

serta

mengetahui

kesulitan-kesulitan

nan

cak semau serta

solusi

yang

diupayakan

dalam

mengatasi

persoalan

nan terjadi.

Sebelum mendeskripsikan

hasil

temu ramah

yang

diperoleh,

penulis

menampilkan butir pertanyaan n domestik

proses

wawancara

sebagai

berikut:

(a)

Apakah

Kiai/ibu

mengecek

perkembangan

membiasakan

anak

setiap

hari

ketika di
rumah?

(b)

Apakah

bapak/ibu menanyakan

kepada anak mengenai

cita-citanya?

(c)

Apakah

Bapak/ibu

caruk

memiliki

waktu

bersama

anak

untuk

mendiskusikan

tentang

cita-citannya?

(d)

Apakah

bapak/ibu

pernah

memasrahkan

penghargaan kepada anak

? (e) Fasilitas apa

belaka

nan

bapak/ibu

sediakan

bagi momongan

di

rumah? (f) Kebiasaan

posistif apa saja

nan

sering ditanamkan

oleh bapak/ibu

di flat?

(g) Apa kebiasaan buruk yang
sering dilakukan

anak

di

rumah

?

(h)

Apakah



kiai/ibu

menyediakan waktu unik

lakukan anak untuk

belajar? (i)

Apakah
buya/ibu
menemani anak

ketika
belajar di

rumah?

(j)

Apakah

buya/ibu

membantu

anak



menjawab

tugas

yang

dirasakan

sulit

maka itu

anak?

(k)

Apakah

Bapak/Ibu

menciptakan

suasana belajar

yang

membantu

di rumah
ketika

anak asuh sedang
belajar

misalnya mematikan

TV dll?

(l) Apakah ada

ruang

belajar

spesial

buat

anak asuh

buya/ibu

saat

sparing

di

apartemen?

(m)

Apakah

bapak/ibu Menyediakan daya
pekerjaan

bagi

anak asuh?

(falak)

Apakah

kiai/ibu

Menyenggangkan

gerendel penunjang bagi anak?

Beralaskan

granula

cak bertanya-

pertanyaan

tersebut

dan

wawancara

dengan

responden,

pengkaji

menemukan

bahwa

suka-suka

majemuk

persoalan.

Dari

berbagai

permasalahan

nan

ditemukan

peneliti

diantaranya

permasalahan

mengenai

kasih

rajin otulangtulangan tua
terhadap

anak, mileu,

dan
kedisiplinan,

faktor

ekonomi
yang

invalid

mencukupi

kebutuhan

hidup

keluarga,

sehingga

individu

tua

kurang

memotivasi

anaknya

disebabkan

kesibukan

dengan

pencahanan, orang lanjut usia nan merantau, karena

kondisi

ini

momongan

di

tuntun

oleh

nenek

atau

keluarga

lainnya,

anak

merasa

objektif

dan

sesuka

lever

berintegrasi

lingkungan

setempat

dimana

mereka

merasa

lega dada

dengan

mengahabiskan tahun

lakukan bermain

tiba

pecah

pulang

sekolah

hingga

sore

hari,

plong

malam

harinya

siswa

menyinambungkan

dengan

menonton TV,

akhirnya
terpicing,
mereka
lain

Jurnal Pengkajian Pendidikan Asal, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Aditokoh,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

133

mengindahkan

sparing

dan

dianggap

mutakadim

baku,

menjadi

hal

nan

tidak

sesak

dikhawatirkan

oleh

bani adam

tua lontok/keluarga

demikian adanya.

Seperti nan diungkapkan

responden

terhadap

peneliti

melangkaui

wawancara laksana berikut :

Permohonan

ekonomi

sangat

mempengaruhi

kehidupan setiap

keluarga,
terutama
orang
tua

harus memencilkan
dan tinggalkan
anak-anaknya demi

melaksanakan
tugasnya

sebagai

peladang/buruh,

tukang,

pedagang,

pegawai

kantoran,

guru

bahkan pergi merantau, sehingga anak menjadi

korban yaitu tidak ada perasaan, hadiah belalah,

pengaruh lingkungan,
tidak kesetiaan

“ (R3
/16

Mei 2017).

Hal
serupa juga

ditemukan
kerumahtanggaan
proses

wawanrembuk peneliti terhadap responden, semenjak

jawaban yang diperoleh

ternyata alasan

yang

diberikan

terhadap

pertanyaan

adapun

perasaan terhadap

anak, dan jawaban

nan

diperoleh yakni
ayah bunda
bertambah mementingkan

karier

ketimbang

mengurus

anak asuh.

Dari

jawaban
tersebut
maka

jelaslah

bahwa
banyak

anak yang minus merasakan kasih sayang semenjak

orang

tua.

Sebagaimana

yang

diungkapkan

oleh ayah bunda siswa dalam konsultasi dengan

pemeriksa bagaikan berikut :

“Cucu adam

tua renta

lebih

mengutamakan

pekerjaan

untuk memenuhi kebutuhan

kehidupan

setiap

hari,

karena orang tua merasa bertanggung jawab

bagi

menetapi

kebutuhan-kebutuhan

anak bini

yang sesuai

dengan permintaan

jaman,

karena pekerjaan

yang mereka tekuni

adalah

misal

petambak/butuh

kasar,

kuli

bangunan,

jualan di pasar . (R7/16 Mei 2017)

Masalah

lain

nan

ditemukan

peneliti

bahwa

siswa

penyengap,

mengelamun

akibat

keluarga
yang
kurang
kondusif,

ketakutan

bila

ke

sekolah,

karena

ngeri

dipukul

oleh

temannya, doyan
mencontoh
adegan yang
di
tonton

di TV.

Keadaan ini ditemukan

dalam interviu

orang

tua bangka

pelajar

dengan

peneliti

sebagai

berikut:


Anak
pendiam,

pemalu,

majuh

mengelamun

akibat anak adam tua

enggak menciptakan keluarga

yang

berbaik

hanya

selalu

ada

permasalahan

dalam

keluarga,



merasa

takut

ke

sekolah

karena ancaman semenjak teman-teman
sebaya juga

anak

yang

sering

murung

serta

mengimak

putaran TV. ” (R6 /17 Mei 2017)

Berpunca

hasil

wawancara

terhadap

responden
ditemukan

persoalan

adapun

pergaulan

anak.

Disini

lingkungan

menjadi

sumber

berpokok

perkembangan

budi

anak,

ditemukan

bahwa

sebagian

anak

punya

ajang tinggal
didaerah
nan kurang
kondusif,

tidak

ketaatan,

berat ekor,

demen

mengembalikan

itu

sudah

menjadi

rentetan

permasalahan

nan

ubah

terkait.

Dari

masalah

ini

dikaitkan

dengan

permasalahan sebelumnya

maka lain

dapat

dipungkiri

bahwa

anak

tidak

dapat

diatur

dengan

baik (susah

diatur) karena

momongan telah

terkontaminasi

dengan

mileu

yang

kurang

kondusif

sehingga

terbawa

kemana

anak asuh

itu

berada.

Hal

ini

ditemukan

dalam

wawancara makhluk

berida

siswa dengan

peneliti

sebagai berikut:



Faktor

mileu

sangat

mempengaruhi

perkembangan karakter anak,

sehingga momongan

cepat

terpengaruh

dan

menghabiskan

waktunya

untuk

bermain

bersama

teman-

bandingan

segolongan,

lain

disiplin

periode,

malas,

suka melawan”. (R3/ 15 Mei 2017)

Adapun

permasalahan

yang

peneliti

temukan ketika

wawancara
bersama
khalayak
jompo

murid

merupakan:

peserta

yang

mengalami

ganguan/penhimpitan

saraf

sehingga

siswa

tersebut

sekelas

sekali

tidak

dapat

mengikuti

kegiatan belajar mengajar di kelas. Ia buruk perut

tinggal kelas
pada setiap
tutup tahun/kenaikan

kelas.

Pecah

sering

pengalaman

nan

mendalam,

maka

pengebabnya

ialah

anak

mengalami

penyakit

step

sejak

lahir,

ia

comar

kejang-kejang

selama

kurang

makin

3

bulan,

berbagai
pendirian
orang
renta
usahakan
tetapi

camar

gagal,

orang

tua

menyerah.

Mengenai

solusi

nan

pengkaji

tawarkan

ialah:

peserta

dapat

dipindahkan

ke

Sekolah

Dasar

Luar

Lazim

jalan

Wairklau




Maumere,

anda

akan

mendapatkan

banyak

pengalaman

sebagaimana

tisik,

menyayi,

menari,

menulis

dan

tak-

lain.

Akhirnya

basyar

pelajar

tersebut

menanggapi solusi

ini

dengan

baik. Hal

ini

Buletin Pengkajian Pendidikan Dasar, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

134

ditemukan

dalam

wawancara

orang

sepuh siswa

dengan peneliti sebagai berikut:



Rendahnya

daya

tanggkap

murid

ini,

sehingga

anda sering

silam

kelas

pada

setiap

akhir tahun tutorial,
alhasil siswa tersebut

mengalami

problem

step

momen boncel”.
(R14/

19 Mei 2017)

Permasalahan

tentang

kasih

sayang

orang

bertongkat sendok

ini

dikarenakan

hampir

sebagian

siswa

dibiarkan

sendirian

di

rumah

minus

pengawasan
dan
perhatian.
Situasi
ini

ditemukan

pengkaji

detik

berincang-bincang

dengan

para

pelajar.



Peserta-siswi

SD

Inpres

Iligetang

yang

mengalami

hal

yang

seimbang

merupakan

orang

tua

membiarkan

anaknya

sendirian

di

flat

karena

berbagai

kesibukan

diluar

rumah,

sehingga

mereka

dengan

sesuka

lever

keluar

flat

untuk

mencari

teman

sebaya

untuk

dolan bersama” (R11 /09 Mei 2017)

Hal serupa
lagi ditemukan
dalam proses

wawansabda penyelidik

terhadap
responden
n domestik

kegitan
proses
belajar

mengajar
di

kelas

yaitu:

pada

biasanya anak-anak

di

kelas

V

baik,

namun

karena dari

rival-padanan

yang

suka

mengganggu

konsentrasi

belajar

siswa

yang

bukan

sehingga

mengakibatkan

suasana

kelas bawah

bintang sartan

pening/beribut.

Siswa

tidak

bisa

dibiarkan

sendirian di

kelas karena

suasana papan bawah

akan

menjadi

ramai,

suka

mengganggu

musuh,

bercerita enggak sreg tempatnya, malas kerjakan

tugas,
senang
terbelakang masuk kelas

pada

waktu

pagi, mangkir, dan
bukan-lain. Cara
nan ditempuh

untuk

memecahkan

siswa

yang

bermasalah

yaitu

didekati, ajak wicara/kisahan,
menganggap pesuluh

sebagai orang tua bukan kecam.

“Siswa-siswa kelas

V,

pada kebanyakan

baik,

namun terserah juga
sebagian yang harus ditangani

secara

serius

dari

Suhu

dan

orang

renta,

sehingga

kelakuan

siswa

mencerminkan

nilai-

ponten

positif

yang

baik,

menyadari

bahwa

sekolah

ini

lampau

penting

bikin

masa

depannya, mendekati anak yang bersoal,

ajak

bicara

dan

kunjungi

anak adam

renta”

(R1/9.5.17)

Berusul

permasalahan

sebelumnya

maka

permasalahan
tentang

minimnya
sorang

peserta

temuan masalah ini lebih jelas tertumbuk pandangan puas

tambahan hasil wawancara.
Namun dari ulasan

diatas sudah lalu tergambar pokok

permasalahan

yang

ditemukan

peneliti.

Sehingga

ajuan

penyelidik

mengenai

motivasi

merupakan

jalan

keluar

nan

dapat

ditempu

bakal

oleh

orangtua

bagi

menjadikan

siswa

sebagai

generasi
nan
cerdas

dan

berajar

pekerti
yang

baik sesuai dengan yang diharapkan.

Disini
sangat

jelas

sosok

tua

menyandang

peranan

terdepan

agar

anaknya

dapat

mempertahankan

prestasi

belajarnya.

Turunan

tua

dan

guru

pun

mengharapkan

agar

siswanya majuh, giat dan
tekun berlatih di
rumah

dan

di sekolah,

agar mendapatkan

nilai yang

baik.
Peranan
anak adam

berida

n domestik
suatu

tanggungan

cukup

kompleks,

di

antaranya

yaitu

membimbing,

membina,

mengawasi

dan

memberikan

pendidikan

kepada

anak-

anaknya.

Bakal

melaksanakan

tugas

tersebut,

tidaklah mudah, terlebih lagi kerjakan kedua Anak adam

tuanya

yang memiliki

pekerjaan konsisten

di

luar

rumah,

individu

tua

yang

merantau,

dan

memiliki
kesibukan-kesibukan lainnya.

Kejadian

ini

menunjukkan adanya tugas rangkap berpokok orang

bertongkat sendok,

dimana

setelah pulang

berkarya,

mereka

dituntut

suatu

tanggung

jawab

yang

cukup

berat

di

rumah

yaitu

mengurus

anak-anak,

terutama

yang

berkaitan

dengan

bidang

pendidikan.

Mereka

(siswa)

terbiasa

dibina,

dibimbing

dan

diawasi

dalam

proses

penerimaan di apartemen, bahkan yang dahulu

signifikan

adalah siswa

perlu

diberikan

ki dorongan

hendaknya lebih bersemangat dan bergairah dalam

belajar

sehingga

memperoleh

angka

yang

maksimal.

Menurut

Raho

(2003:25),

tanggungan

adalah

salah satu

kerumunan

atau himpunan

manusia

yang

hidup

bersama

umpama

satu

ahadiat alias unit masyarakat terkecil

yang

terbujuk
oleh
korespondensi
darah,
perkawinan

atau

kekeluargaan

lainnya,

dan cenderung

hidup bersama

dalam satu
rumah
yang
dipimpin oleh
seorang

kepala

anak bini.

Kepala

tanggungan

privat

sebuah keluarga

dapat diemban

oleh seorang

ayah

atau

sorang

ibu

tergantung

sistem

sosial

nan

diemban

makanya

suatu

masyarakat.

Harian Studi Pendidikan Asal, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

135

Berkaitan dengan

pendapat tersebut

di

atas,

maka permasalahan-permasalahan tersebut

di

atas muncul tidak abolisi
terbit peranan
ayah bunda

dan

lingkungannya.

Oleh

karena

itu

keteladanan

orang tua bangka
n domestik keluarga

sangat

penting

dan

berpengaruh

besar

terhadap

pembentukan khuluk anak.

Bersendikan

hasil pengamatan/observasi
,

Popular:   Apa Motivasi Para Ulama Pesantren Mendirikan Organisasi Nahdlatul Ulama

tanya jawab

secara

tekun

terhadap

peranan

orang tua
n domestik

memotivasi

anak di

rumah,

terdapat

sejumlah

peristiwa

berguna

yang

peneliti

klasifikasikan

sebagai

temuan

penekanan.

Temuan

penelitian

nan

dimaksud

yakni

bentuk

peranan

khalayak

tua

dalam

meningkatkan

cambuk membiasakan
siswa.



Dalam

melakukan

pengalaman

yang sanding
setimbang

di

setiap

rumah,

digambarkan

dalam

rangka

hambatan

nan

dihadapi

individu

tua

dalam

memotivasi

anaknya dalam

melakukan

PR,

melaksanakan

tuntunan

apendiks/latihan

serta

ketaatan

mentaati perintah

orang

tua

dan

temperatur.

Doang sebaliknya

terserah

juga

beberapa

otang tua

murid yang sadar akan
bebutuhan

anak asuh

di

kondominium,

kendatipun

dari

berbagai

macam

kesibukan

tetapi

orang

tua renta

masih

menyempatkan

diri

untuk

hidup

bersama

dengan
anak

dalam

belajar,

bermain

dan

tidak-

lain.

Karakteristik

Siswa

Kelas

V

di

Sekolah

Bawah

Inpres

Iligetang

Berkaitan

Dengan

Motivasi dan Peran Ibu bapak

Beralaskan

rumusan

masalah

nan

dipaparkan

sebelumya

ialah

mengenai

karakteristik siswa Kelas V
SD Inpres Iligetang

sehubungan
dengan

ki dorongan

dan
peran

turunan

tua

dalam

meningkatkan

motivasi

belajar

siswa,

beralaskan

wawancara

dengan

para

insan

wreda

dan

guru

kelas

bahwa

kegiatan

pendidikan kepribadian lakukan anak
dapat dilakukan

menerobos

pembelajaran,

pembiasaan,

keteladanan

alias

kegiatan

bukan

seperti

kegiatan

rohani,

dan olahraga
bersama,

siswa

belajar

bersosialisi di

lingkungan nan

lebih

luas. Pada
tahap
ini
siswa
mulai
mengalihkan

perhatiannya

kearah

kerja

setolok

dengan

kelompok

antiwirawan

sepermainan,

artinya

pada

nasib

11 sampai

12

masa, siswa

tiba

belajar

bersosialisasi

dengan

lingkungan

yang

bertambah

luas

yaitu

sekolah.

Mengacu

lega

ekspresi

tersebut musim
ini merupakan
masa perseptif
untuk anak-

anak,
karena
anak

tak

mau
lagi
ditegur

maka dari itu

turunan tuanya, berangkat

terdapat maklumat bahwa

siswa tersebut tingkat
perilaku berprestasi puas

masa

anak-anak

mempunyai

korelasi

nan

lebih

jenjang dengahorizon

perilaku berprestasi

mada

perian

dewasa,

artinya

usia

SD

ini

merupakan

masa

peka

dan

berjasa

intern

membangun

fondasi

kecerdasan siswa

sejak

dini dimulai

dari

orang

tua,

karena

aspek

yang

mengalami

perkembangan
anak asuh
merupakan:
kejadian

jasad

dan

kecekatan,

kemampuan

bertata cara, kondisi

emosional,

sikap

dan

perilaku
moral,

perilaku

sosial keramaian, intelektual dan keagamaan.

Pengembangan

kredit-nilai

pendidikan

khuluk

bagi

pesuluh

dilakukan

sebagai

berikut:

Biji
religius,
dicapai
dengan
praktek
doa

dan

latihan

koor

momongan

di

gereja

kecil,

bahkan

pelayanan

koor

di

gereja,

misdinar,

di

lingkungan.
Selain
itu

momongan
dibiasakan
berdoa

pagi hari

akan mulai

belajar dan

saat akan

pulang
sekolah

sekali lagi

kegiatan
lain.

Psuka-suka
bulan

Mei dan
Oktober, disebut seumpama bulan devosi

kepada

Bunda

Maria,

anak

berdoa

rosario

bersama

sebelum

masuk

kelas.

Pada

wulan

September

laksana

bulan

Kitab

Suci,

guru

membawakan

narasi

pencetus-penggerak

Bibel

kerumahtanggaan pengajian pengkajian di n domestik papan bawah.

Capaian skor kejujuran
ataupun amanah,

diplomatis

dilakukan

oleh

anak

dengan

cara
sederhana

seperti

memberitahu

turunan

lanjut umur bila menemukan barang

yang bukan

miliknya

serta

tidak

mencekit

komoditas

milik bani adam lain,

anak cekut uang/

makanan

yang

diletakkan

individu

tua renta

di

flat. Momongan

diminta

cekut

dalam

jumlah tertentu
dan anak
harus melakukan

sesuai

perintah

mudahmudahan

semua

kebagian.

Tingkat
kejujuran

anak asuh
pula

akan

nampak

melangkaui kaidah

ini.
Raihan nilai

hormat
dan

santun

dilakukan

dengan

memberi

dan

membalas salam

kepada para guru orang

Jurnal Riset Pendidikan Radiks, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Aditokoh,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

136

tua

dan

n partner-p versus.

Dengan

memberi

salam risikonya
anak bertambah
mengenal
anak adam

tua

dan master.

Anak

juga dilatih

mempersunting

tolong dan meminta izin dengan moralistis.

Capaian

poin

dermawan,

senang

bergotong-royong

dan

gotong-royong,

ditumbuhkan

dengan kaidah anak

diajarkan

untuk

ingin

meminjamkan

barang

hak

kepada

dagi

nan

membutuhkan

misalnya
membagi
makanan,

mainan,

radas

tulis. Tapi

hal

ini

bisa

dicapai

apabila

khalayak

wreda

memotivasi

momongan

agar

mau

meminjamkan

barangnya

kepada

teman,

jikalau tidak maka anak asuh bersikap masa debil.

Selain

itu

diadakan

juga

Gerakan

Puasa

Pembangunan

dan

Aksi

Natal

Pembangunan

kembali

kegiatan

sosial

lain

misalnya

membantu

korban

longsor,

gempa mayapada

dan bukan-lain. Bahkan

orang

tua

memberi

tanggapan

positif

ikut

membantu korban alai-belai ataupun sambung tangan

lainnya.

Capaian

nilai

kepemimpinan

dan

keadilan, dalam peristiwa

kepemimpinan anak

dilatih melalui

memimpin jajar

berbaris,

mendahului doa,
mendahului
lagu,
membagi

trik dan alat catat temannya.

Capain kredit

baik dan rendah hati

anak dilatih buat

rendah
hati

dan

minta

pembebasan

jikalau

bersalah.

Ibu bapak
kembali
harus berusaha
minta
maaf

kepada

anak,

agar

anak

enggak

kegeraman

kepada

manusia

tua lontok.

Budi

toleransi,

damai

dan

ketunggalan

dicapai

melewati

sikap

ubah

menghargai

dengan

musuh

nan

cedera

agama/keyakninan.

Momongan dibimbing

bakal saling menghargai
walaupun mereka

berbeda agama, suku, warna kulit
dan tidak-

lain.


Pencapaian

ponten-biji

di

atas

boleh

dilakukan
secara

baik
dan

bertelur
apabila

orang tua

secara

bersama-sama,

kompak

dan

berkreasi sebanding

ki memasukkan skor-nilai

pendidikan karakter

kepada anak asuh. Dalam

keadaan ini berlaku teori pembelajaran sosial.

Sebagaimana diuraikan
pada
portal 2,
bahwa

n domestik

teori

penelaahan

sosial,

anak

dapat

membiasakan bagaimana

berkarakter

nan

baik
dan

etis

sesuai

dengan

teladan

dari

orang

tua.

Menurut

teori

ini

individu

tua

hadir

seumpama

komplet

yang

dapat

mempengaruhi

perilaku

anak.

Untuk

ini

diperlukan

kekompakkan

bani adam

gaek

dan

juga kerja separas

dengan temperatur

di sekolah

agar anak berbuat hal yang sama.


Kendala

nan

dihadapi

yaitu

turunan

tua

yang

lalu

sibuk

sehingga segala

yang sudah lalu dimulai maka itu

master di sekolah

seringkali

tidak

diteruskan

di

rumah.

Padahal pendidikan karakter dapat berhasil

baik
jika

mengikutsertakan

kerja

sama

yang

baik

antara guru
dengan
orang
tua bangka
anak.
Orang

tua atau pemimpin sekolah maupun guru bisa

membantu

seorang

anak asuh

belajar

melebarkan fiil dengan memberi

arketipe

yang

baik

melampaui

perilaku,

congor,

dan

sikap

baik

sehari-perian.

Anak

lebih

mudah

mengikuti

teladan

dalam perilaku

tinimbang kata-alas kata. Benar

seperti

perkataan

Bung

Karno:

“Sira

tidak

bisa

mengajarkan

barang apa

yang

Sira

mau.

Engkau

tidak

bisa

mengajarkan

segala apa

yang

Anda

tahu.

Ia

doang

bisa

mengajarkan

barangkali

Anda.”

(Raka,

dkk,

2011).


Melangkaui

wawanrembuk

dengan

para

sosok

tua,

mereka

mengasakan

ditingkatkan kembali

kerja seimbang

sekolah

dengan

orang tua

momongan

sehingga program

nan
dibuat

oleh

sekolah

bisa

diteruskan

di

rumah. Guru
memimpikan sosialisasi

kegiatan

sekolah

dan

informasi

perkembangan perilaku
bisa
disampaikan

makanya sekolah

dengan

kebulatan hati
waktu
yang

lebih bosor makan. Hal ini memunculkan gagasan

perlunya

dibuat

acara

kerja

sekufu

Surat kabar Penelitian Pendidikan Dasar, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

137

dengan kualitas dan

jumlah nan bertambah

baik.

Pembentukan

budi

yaitu

mempentukan perilaku

yang didapat berasal

pola asuh

orang tua terhadap momongan

adalah

pola tuntun
sosok
jompo
yang

positif
dilakukan

terus

menerus

dan

berkesimambungan.

Maka itu
karena
itu
anak
adalah
peniru

ulung,

maka
cucu adam
tua
di
rumah,
yang

mengasuh

dan mendidik

harus menerimakan

transendental

karakter

yang

baik.

Jika

manusia

wreda

memimpikan

anak asuh

nan

optimis

dan

percaya

diri,

harus

ozonptimis

menghadapi

tantangan

hidup

setiap

hari.

Jangan

sampai anak melihat kelakuan basyar

wreda

yang

terpuruk,

detik

gagal

berwarung

di

pasar,

saat

meluapkan

amarah

saat

medium

mengalami

hari

yang

kurang

baik.

Semakin

baik

karakter

khalayak

tua

diperlihatkan,

semakin

baik

juga

lengkap

yang

didapat

maka itu

momongan.

Kalau

orang gaek

bikin

secara

konsisten,

hasilnya

akan

memuaskan/membanggakan turunan wreda.

Peran

Insan

Renta

internal

Meningkatkan

Motivasi

Belajar

Pada

Siswa

Papan bawah

V

di

Sekolah Asal Inpres Iligetang.

Terbit

asil

wawancara

yang

diperoleh

maka disimpulkan
bahwa
kooperasi sosok
tua

habis

raksasa

pengaruhnya

terhadap

proses

belajar

momongan dan

prestasi belajar

yang

akan

dicapai, ini menunjukkan bahwa

peran atau

partisipasi

insan

sepuh

memberikan

pengaruh

baik

terhadap

penilaian

guru

kepada

pelajar.

Cucu adam

lanjut umur

mempunyai

peran

serta

buat

turut

menentukan

inisiatif,

aktivitas

koheren

di

kondominium

bakal

melengkapi

program-program

pendidikan

di

sekolah

sebagaimana

yang

terjadi.

Selain

itu



dinyatakan

bahwa

jaringan

komunikasi

yang

dibangun

oleh

insan

renta

suntuk

penting

intern

menentukan

keberhasilan

siswa

di

batih/publik.

Orang

berida

yang

tak

mengaibkan

pendidikan
anaknya,

ialah

(a)



acuh
enggak

acuh

terhadap

proses

belajar

anak asuh,

(b)

bukan

memperhatikan
sekelas

sekali

akan

keistimewaan

dan kebutuhan anak

dalam membiasakan, (c) tidak

mengatur

hari

belajarnya,

(d)

tidak

menyediakan
atau

melengkapi

alat

belajar,

(e)

tak mau tahu bagaimana kejayaan belajar

anak, (f)

kesulitan-kesulitan
yang dialami
anak asuh

dalam

belajar

dan lain-lain.




Hal

ini

bisa

menyebabkan

anak

enggak

berhasil

intern

belajarnya.

Hasil yang didapatkan, nilai atau manifestasi

belajarnya

bukan

akan

memuaskan

bahkan

kelihatannya

gagal

internal

studinya.

Hal ini
dapat

terjadi pada

anak berpunca

keluarga yang

kedua

turunan

tuanya

memang

tak

mencintai

anaknya. Disisi tidak, mematangkan

anak asuh dengan

kaidah
memanjakan

yaitu

cara

menuding

anak

yang

enggak baik.

Orang renta

yang terlalu

kasihan

pada

anaknya

tidak

akan

sampai

hati

memaksa

anaknya

buat

membiasakan,

bahkan

kelihatannya

mengikhlaskan saja

jikalau

anaknya

tidak

sparing dengan alasan segan adalah tindakan

yang

tidak

ter-hormat,

karena

jikalau

situasi

tersebut

dibiarkan

menyimpang,

momongan

akan

menjadi

nakal,

berbuat

sekenanya

saja,

pastilah

belajarnya

menjadi

kacau.

Sebaliknya,

mendidik momongan

dengan cara

memperlakukan

secara

keras,

memaksa

dan

mengejar-ngejar

anak asuh cak bagi sparing adalah cara
memperhatikan

momongan
yang
juga
pelecok.
Dengan
demikian,
anak

tersebut

diliputi

kekaguman

dan

akhirnya

benci

dengan kegiatan berlatih. Bahkan sekiranya ketakutan

itu

semakin

serius,

anak

akan

mengalami

gangguan

kejiwaan

akibat

dari

tekanan-

tekanan tersebut.

Manusia

sepuh

yang

demikian,

lazimnya

menginginkan

anaknya

hingga ke

prestasi

belajar

nan

habis

baik,

atau

mereka

mengarifi bahwa anaknya
bodoh tetapi tidak

senggang

apa

yang

menyebabkannya,

sehingga

anak asuh

dikejar-kejar

untuk

mengatasi

kekurangannya. Pelecok
satu
dari
peranan
khalayak

berida

terhadap

kemenangan

pendidikan

momongan

adalah

dengan

memberikan

perhatian,

terutama

perhatian

pada

kegiatan

belajar

mereka

di

rumah.

Perhatian

makhluk

tua

mempunyai

pengaruh

psikologis

yang

ki akbar

terhadap kegiatan sparing anak,
dengan adanya

Koran Penggalian Pendidikan Dasar, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Hero,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

138

ingatan
bermula

anak adam
tua,

anak asuh

akan

lebih
giat

dan
bertambah bersemangat
kerumahtanggaan
belajar
karena ia

adv pernah bahwa lain dirinya koteng cuma yang

berpretensi untuk

maju, akan sekadar

bani adam

tuanya pun demikian.

Totalitas

sikap

orang

renta

n domestik

menghakimi segala

aktivitas anak selama

menjalani rutinitasnya sebagai pelajar dulu

diperlukan hendaknya

si

anak asuh

mudah

mentransfer

ilmu

selama

menjalani

proses

belajar,

di

samping

itu

juga

hendaknya

sira

dapat

mencapai

prestasi

membiasakan

nan

maksimal.

Manah

orang

tua

privat

bentuk

tak

dapat

berupa

hidayah

bimbingan

dan

nasihat,

pengawasan

terhadap

belajar,

pemberian

motivasi dan penghargaan, serta pelepasan

fasilitas

membiasakan.

Pemberian

didikan

dan

wejangan menjadikan

momongan memiliki

idealisme,

pemberian

pengawasan

terhadap

belajarnya

ialah

untuk

melatih

anak

memiliki

kedisiplinan,

hadiah

motivasi

dan

pujian seharusnya momongan terdorong bakal belajar

dan

berprestasi,

sedangkan

pemuasan

fasilitas nan

dibutuhkan dalam
belajar
adalah

agar anak semakin setia pendiriannya pada

suatu

idealisme

yang

ingin

dicapai

dengan

memanfaatkan fasilitas yang cak semau.

Bentuk peran serta orang tua terhadap

urut-urutan prestasi momongan antara bukan :

Memberikan hidup terhadap diri momongan akan

pentingnya suatu



pendidikan bagi waktu

depan
anak,
sebagai
fasilitator
terhadap
segala

kegiatan

momongan,

menjadi

sumur

ilmu

dan

pengetahuan

dalam

keluarga,

memberikan

tembung

kepada

anak asuh

untuk

pelalah

meningkatkan
prestasi

belajar

mereka,

bak

tempat

bertanya

dan

mengaduh

terhadap

hal-

keadaan

yang

menjadi

permasalahan

momongan,

menyerahkan

bimbingan

nan

jelas

buat

masa

depan anak-anaknya.

Dengan peran serta orang tua tersebut

menunjukan

kemajuan

dan

peningkatan

prestasi

belajar anak

di

sekolah

boleh terus

meningkat,

seiring dengatepi langit

bertambahnya

usia

Popular:   Kata2 Motivasi Untuk Diri Sendiri Bahasa Inggris

dan
anak kunci

nalar

anak.
Pemberian
tugas

kepada

anak

dapat

melatih

mereka

buat

dapat

bertanggung jawab

terhadap diri mereka

dan

kepada

orang

enggak.

Kurangnya

peran

serta

bani adam
tua
dapat menjadikan

anak

bagaikan
nasib

maupun

pribadi

nan

merasa

tidak

diabaikan,

merasa tak

bermanfaat dan bahkan
cenderung

bakal

menyalahkan

orang

lain

dalam

tindakannya

di

mahajana.

Mereka

yang

sedikit

mendapat

dukungan

berpokok

khalayak

gaek

menganggap bahwa

cucu adam tua

mereka tidak

peduli

terhadap

mereka

dan

cenderung

membagi jarak antara anak dengan cucu adam jompo.

Daftar pustaka

Agency,

Beranda.

(2015).




Mengasuh

Dan

Mendidik

Buah

Hati

Tanpa

Kekerasan.

Jakarta: PT. Alex Media.

Dahar,
Ratna

Wilis.

(2011).


Teori-Teori

Membiasakan

Dan Pengajian pengkajian.
Jakarta: Erlangga,

Irham

Muhamad.



2014


Bimbingan Konseling

.

Ar-Ruzz Alat angkut

Iriani,

Dewi.

(2014).


101

Kekerasan

Dalam

mematangkan Anak. Jakarta: Elex Media,

Departemen

Pendidikan

dan

Tamadun

Republik

Indonesia.



(1990).


Kamus

Besar

Bahasa

Indonesia. Jakarta:

Balai

Pustaka.

Dirman.

(2014).


Teori

Belajar

Dan

Pendirian-

Prinsip

Pembelajaran

Yang

Mendidik.

Jakarta: Rineka Cipta,

Hairuddin, Enni.

(2014).


Membentuk

karakter

anak

bermula

apartemen.


Jakarta:

PT.

Elex

Media

Mudjiono

(2015).


Belajar

dan

Pembelajaran

.

Jakarta: Rineka Cipta.

Novi,

B.

(2014).


Kebiasaan-Aturan

Buruk

Sehari-Hari. Yogyakarta: Flashbooks.

Raho, Bernad.
(2003).
Keluarga Berziarah
Lintas

Zaman. Ende: Nusa Indah.

Sardiman

A.

M. (1996).


Interaksi dan

Cambuk

Belajar Mengajar: Pedoman Lakukan Guru dan

Favorit
Guru
(Jakarta: PT

Raja

Grafindo

Persada.

Sugiyono.

(2015).


Penelitian

Pendidikan
.

Alfabeta, Bandung:

Tridhonanto.

(2014).


Mencetak

Anak

Cerdas

Dambaan

Orang

Tua.

Jakarta:

Elex

Media.

Van Tiel, Julia Maria (2014).
Antologi Momongan.

Jakarta: Gramedia Widiasarana.

Jurnal Riset Pendidikan Sumber akar, 01 ( 2), Oktober 2018 (129-139)

Hermus Protagonis,
Maria Ermalinda Sni

Copyright ©2018, JRPD, ISSN 2615

1723 (Print), ISSN 2615

1766 (Online)

139

Wiyono,

Edi.

(2014).


37 Kebiasaan

Orang Tua bangka

Yang Menghasilkatepi langit Perilaku Buruk

Puas

Anak.
Jakarta: Grasindo.

Yohanes

Paulus

II

Paus.

(1981).


Ensiklik

Familiaris

Consortio,

R.Hardawiryana:

Jakarta

… Keluarga mempunyai peran yang penting terhadap minat berlatih anak dan keberhasilan belajar murid di sekolah, apabila keluarga khususnya ayah bunda bersifat seronok, mendorong dan membimbing terhadap aktivitas sparing anaknya. Sebagaimana hasil penelitian
Pelaku utama & Sni (2018)
bahwa melalui peran orang tua dalam belajar dapat menigkatkan cambuk sparing siswa. Terpandang dari prestasi sparing siswa yang semakin meningkat, terbukti dengan skor-nilai yang diperoleh murid bertambah baik. …

… Pembelajaran e-learning (online) privat rangka meningkatkan minat baca sreg program kesamaan paket C dapat meningkatkan kecakapan hidup warga belajar mencengam kecakapan personal merupakan saling membantu, kecakapan sosial yaitu kemampuan bakal berinteraksi, berkomunikasi dengan pasangan seprofesi, sedangkan kecakapan vokasional yaitu mempunyai kerangka pendidikan. Seperti hasil penelitian
Hero & Sni (2018)
bahwa melintasi peran orang tua dalam berlatih dapat menigkatkan cambuk belajar siswa. Terlihat dari penampakan belajar pelajar yang semakin meningkat, terbukti dengan nilai-nilai nan diperoleh siswa lebih baik. …


  • Mahlusi Lismayanti

  • Sri Nurhayati
    Sri Nurhayati

  • Tita Rosita

Pendalaman ini bertujuan lakukan mengetahui perencanan, pelaksanaan dan hasil orang renta dalam memotivasi anak kerjakan mengikuti pembelajaran e-learning (online) n domestik rangka meningkatkan Minat Baca pada Program Ekuivalensi Paket C di PKBM Srikandi Kota Cimahi. Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu satu cucu adam Suhu, dan tiga orang peserta didik. Penumpukan data nan dilakukan menggunakan metode observasi, konsultasi, dan pengarsipan. Teknik analisis data nan digunakan membentangi: Penumpukan data, Korting data, Penyampaian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penyelidikan ini merupakan peran ibu bapak kerumahtanggaan memotivasi anak asuh untuk mengikuti penataran e-learning (online) dimulai dengan proses: 1) Perencanaan programa, dimulai dari merumuskan tujuan penerimaan nan disesuaikan dengan kebutuhan pelajar didik, 2) pelaksanaan acara yang mengacu kepada kebutuan peserta ajar, terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup, dan 3) Pengawasan program menutupi proses pelaksanaan monitoring, serta laporan prngawasan program. Pengkaji memberikan saran: perta Pengelola dan Guru hendaknya menambah wawasan dibidang pembelajaran e-learning kepada orang tua, agar proses peran orang tua bertambah optimal, kedua peserta ajar moga bertambah mempertinggi nasib berlatih agar mendapat habuan bekal pendidikan yang layak.

… Orang tua bermain untuk melengkapi programa atau aturan terintegrasi dalam berlatih dirumah dan alat angkut pendidikan anak dirumah. Kerumahtanggaan kerangka memotivasi anak belajar dirumah ibu bapak harus mengupas anak belajar, mengatur waktu dan melengkapi kebutuhan gawai belajar anak asuh, memantau kejayaan belajar, dan belinjo kesulitan nan dialami anak dalam belajar
(Pelaku utama & Sni, 2018). …


  • Yosi Fimala

  • Neviyarni S

  • Irda Lugu

Pendidikan merupakan aspek yang terpenting plong spirit. Namun saat ini proses pendidikan mendapatkan rintangan yang berat karena dengan adanya taun COVID – 19 ini sistem penataran awalnya berhadapan beralih menjadi lihat abstrak/ virtual. Dalam pengajian pengkajian seperti detik kini ini pecut dibutuhkan petatar didik berusul ibu bapak dan master. Basyar tua dan temperatur bermain dalam memotivasi siswa belajar. Lecut adalah dorongan bakal melakukan suatu kegiatan. Penelitian ini memperalat metode study literatur research maupun studi pustaka acuan dengan mengkaji surat kabar yang punya kaitan atau sangkutan dengan garis haluan atau upaya makhluk berida dan suhu internal meningkatkan motivasi peserta didik di sekolah dasar. Hasil eksplorasi adalah peran master dan anak adam tua lontok dalam rangka memotivasi peserta didik sparing di kondominium. Kesimpulannya yaitu dengan cara komunikasi persuasif, pendekatan personal, mengatur waktu belajar, cara belajar anak, mengawasi kronologi momongan, melakukan pendampingan, memfasilitasi sarana prasarana belajar, membangun kolaborasi antara ibu bapak dan hawa, mengintensifkan peran sebagai fasilitator dan motivator, melengkapi program atau aturan koheren internal belajar dirumah, menyiagakan ki alat belajar yang inovatif dan mudah diakses serta mudah digunakan, menyerahkan dukungan buat mengerjakan tugas, membagi kesempatan bagi momongan untuk menemukan minat dan bakat yang suka-suka pada dirinya, serta memfasilitasi ki alat dan infrastruktur kelengkapan membiasakan anak asuh, serta membantu anak jika mendapat kesulitan membiasakan.

… Keselarasan keluarga boleh membantu perkembangan kepribadian anak dan anak yang tinggal di lingkungan keluarga yang nyawa, akan menjadi keberagaman momongan yang periang dan penuh usia juga (Zakaria & Arumsari, 2018). Dan penyebab minimnya sukma anak dalam mengajuk kegiatan proses belajar mengajar adalah lingkungan keluarga yang minus kondusif
(Hero & Sni, 2018). …

… Menurut Hero dan
Sni (2018), untuk membangun sebuah senawat berlatih yang baik diperlukan bilang faktor pendukung. Riuk satu faktor pendukung dalam lecut belajar anak adalah peran individu sepuh. …

Pamrih dari penelitian ini adalah untuk mencerna yuridiksi dari pola asuh orang tua terhadap kenakalan taruna. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan nan melanggar norma aturan dan tata hukum masyarakat yang dilakukan pada spirit muda. Tingkat kenakalan remaja di Indonesia terbilang tinggi, berdasarkan data Pusat Pengendalian Godaan Sosial DKI Jakarta waktu 2010 terletak 0,08 persen atau 1.318 dari 1.647.835 peserta SD, SMP, dan SMA di DKI Jakarta terlibat tawuran, dan angka ini meningkat tiap tahunnya. Keluarga mempunyai peran yang penting untuk mencegah terjadinya perilaku kenakalan remaja dengan memperalat eksemplar bimbing nan tepat untuk anak. Berdasarkan pecah penelitian 􀂳Kontrol Komplet Pelihara Ibu bapak Terhadap Karakter Momongan Usia Dini􀂴 bahwa adanya dominasi yang berharga antara model didik basyar tua dengan karakter anak. Karenanya penulis terikat bagi memahami apakah terserah pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap kenakalan remaja. Studi ini memperalat metode eksplorasi ini Systematic Literature Review (SLR) dengan okta- kronik sebagai referensi.

… Menurut Hero dan
Sni (2018), untuk membangun sebuah ki dorongan membiasakan yang baik diperlukan beberapa faktor pendukung. Salah suatu faktor pendukung kerumahtanggaan lecut belajar anak ialah peran ibu bapak. …


  • hana andhini upik

  • aisya inda

  • amalia runi

  • Budi Sulaeman
    Fiil Sulaeman

Wabah Covid-19 yang terjadi Indonesia menyebabkan sekolah saat ini harus melaksanakan pengajian pengkajian secara online atau pembelajaran jarak jauh. Peraturan yang dibuat pemerintah kerjakan meminimalisir penyebaran Covid-19 adalah dengan menyelimuti gelanggang-arena umum seperti perkantoran, muslihat perbelanjaan hingga flat ibadah. Sekolah sekali lagi bukan luput berpunca peraturan tersebut. Upaya nan dilakukan maka dari itu pemerintah ialah membuat strategi bakal meliburkan seluruh pembelajaran di sekolah dan menggantinya kepada sistem pendedahan online atau nan sekarang kerap disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga seluruh siswa 􀂱 siswi diharuskan lakukan menjalani pembelajaran Pengajian pengkajian Jarak Jauh (PJJ). Para penyuluh pun harus mencari cara yang efektif dalam menyodorkan materi pelajaran kepada pelajar secara online. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui teacher centered learning yang efektif untuk diterapkan n domestik pembelajaran jarak jauh lega periode hawar ini. Metode yang digunakan dalam pengkhususan ini merupakan Literature Review, peneliti mengumpulkan dan memanfaatkan materi-materi tertulis seperti jurnal dan artikel bagaikan sumber primer dan artikel bagi menganalisis pembelajaran yang efektif untuk siswa n domestik pembelajaran online.


  • Arum Sulastri

  • Masriqon Masriqon

Riuk satu sektor nan berbuntut dari adanya wabah covid-19 merupakan sektor pendidikan, yang menimbulkan alternatif agar pendedahan tetap berjalan yaitu dengan pendedahan secara online alias pembelajaran kerumahtanggaan jaringan (daring). Tugas orang tua ketika ini menjadi kian langka setelah pemerintah memutuskan penerapan kebijakan proses belajar mengajar yang berubah menjadi online yang artinya belajar dari apartemen selama pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan lakukan memafhumi Peran turunan tua intern meningkatkan motivasi belajar pelajar bimbing pada perian endemi covid-19. Metode yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dengar pendapat dan pengarsipan. Teknik analisis data dengan amatan model interaktif yang menutupi reduksi data, penyajian data dan penarikan penali maupun verifikasi. Hasil penajaman yang diperoleh dari Informan 50 Orang Tua Peserta Didik ialah sebanyak 100% Ayah bunda mengecek perkembangan belajar momongan, 78% Individu renta menanyakan tentang materi penerimaan saat belajar daring, 86% Ayah bunda memberikan penghargaan, 56% Orang tua menyerahkan akomodasi, 80% Sosok wreda membantu momongan menjawab tugas, 66% Ayah bunda menyediakan waktu tunggal untuk anak asuh belajar, 82% Orang tua menggauli momongan ketika sparing, 60% Orang jompo menyerahkan hukuman, 82% momongan mengalami kebosanan dan 62% Orang tua mempunyai hambatan proses pendedahan daring.

Teori-Teori Membiasakan Dan Pengajian pengkajian. Jakarta: Erlangga, Irham Muhamad


  • Ratna Dahar

  • Wilis

Dahar, Ratna Wilis. (2011). Teori-Teori Berlatih Dan Penataran. Jakarta: Erlangga, Irham Muhamad. 2014 Bimbingan Konseling. Ar-Ruzz Media

101 Kekerasan Internal menggembleng Anak


  • Dewi Iriani

Iriani, Dewi. (2014). 101 Kekerasan Kerumahtanggaan merebus Anak. Jakarta: Elex Media, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1990). Kamus Lautan Bahasa Indonesia. Jakarta: Balairung Pustaka.

Membentuk karakter anak dari kondominium


  • Dirman

Dirman. (2014). Teori Belajar Dan Prinsip-Prinsip Penelaahan Yang Mengolah. Jakarta: Rineka Cipta, Hairuddin, Enni. (2014). Mewujudkan karakter momongan berbunga flat. Jakarta: PT. Elex Media Mudjiono (2015). Membiasakan dan Penerimaan. Jakarta: Rineka Cipta.

Kebiasaan-Sifat Buruk Sehari-Hari


  • B Novi

Novi, B. (2014). Kebiasaan-Adat Buruk Sehari-Periode. Yogyakarta: Flashbooks.

Keluarga Berziarah Lintas Zaman


  • Bernad Raho

Raho, Bernad. (2003). Keluarga Berkunjung Lintas Zaman. Ende: Nusa Indah.

Interaksi dan Senawat Belajar Mengajar


  • A M Sardiman

Sardiman A. M. (1996). Interaksi dan Senawat Belajar Mengajar: Pedoman Bagi Guru dan Favorit Guru (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Antologi Anak asuh. Jakarta: Gramedia Widiasarana


  • Julia Van Tiel

  • Maria

Van Tiel, Julia Maria (2014). Kompilasi Anak. Jakarta: Gramedia Widiasarana.

Ensiklik Familiaris Consortio, R.Hardawiryana: Jakarta

Yohanes Paulus II Uskup. (1981). Ensiklik Familiaris Consortio, R.Hardawiryana: Jakarta

37 Kebiasaan Ibu bapak Yang Menghasilkan Perilaku Buruk Pada Momongan


  • Edi Wiyono

Wiyono, Edi. (2014). 37 Kebiasaan Orang tua Nan Menghasilkan Perilaku Buruk Lega Anak. Jakarta: Grasindo.