Meditasi Hipnotis Kondisi Kurang Tidur Merupakan Bentuk Keadaan


Oleh: D.Denis P. Putrantya, S.Psi,

Trainer JAN Center (Lembaga pendidikan dan peluasan SDM)

MENURUT Kamus Osean Bahasa Indonesia, Hipnosis: hal seperti tidur karena sugesti yang puas taraf permulaan bani adam itu bernas di pangkal pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi puas taraf berikutnya menjadi tak sadar kadang-kadang.

Hipnosis dari dari alas kata “hypnos”,  tera dewa tidur khalayak Yunani Kuno. Introduksi “hypnosis” pertama siapa diperkenalkan seorang dokter Inggris , James Braid  (1795 – 1860). Meski demikian, hypnosis bukanlah tidur. Hipnosis adalah kondisi pikiran, dimana pikiran pulang ingatan menjadi kurang responsif, sehingga menjadikan manah “dasar sadar” menerima sugesti dengan lebih baik (menurut IACH/ International Association of Clinical Hypnotherapy).

Hipnosis dikelompokkan ke internal dua kategori: klasik dan modern. Hipnosis klasik itu menyelami dan mempengaruhi perhatian sosok secara mistis, okultisme, dan syirik kerumahtanggaan pandangan Selam, misalnya sesajian, mendupai, rampai-ramuan tertentu, dan lainnya guna mendatangkan pertolongan jin. Praktek hipnosis bahkan dilakukan sejak zaman historis (begitu juga  Yunani dan Mesir) untuk berbimbing dengan nyawa para leluhur dan keperluan mistis lain.

Hipnosis modern menurut Segala apa (American Psychological Association) Divisi 30 (Komunitas Hipnosis Psikologis) adalah prosedur dimana seorang ahli kesegaran atau peneliti memberi sugesti ketika tritmen/perlakuan,  sehingga pasien mengalami perubahan sensasi, persepsi, ingatan, dan perilaku. Cak agar beberapa hipnosis digunakan buat mewujudkan seseorang semakin siaga, lazimnya hipnosis mensugesti agar rileks, sirep, dan merasa nyaman.

Kita akan fokus pada studi “hipnosis modern”.

Barang apa yang terjadi detik seseorang terhipnosis?

Dari bilang bacaan komunitas maupun asosiasi hipnosis jagat rat (sebagai halnya IACH, Apa, IMDHA), ketika seseorang terlupa, kondisinya bukanlah tidur. Secara jasad, memang memenuhi ciri-ciri anak adam tidur (nafas melambat, indra penglihatan tertutup, urat rileks, manuver menciut) Doang secara mental, turunan terhipnotis dalam kondisi rileks sekaligus siaga. Kondisinya nyaman dan dapat berfikir, berkata, dan sampai-sampai bergerak jikalau dibutuhkan.

Terserah yang menyebutkan jika terhipnotis adalah kondisi yang setara ketika seseorang sedang sangat asyik dalam suatu aktivitas, seperti menonton TV atau melakukan sebuah hobi. Alias ketika menengah terbawa suasana yang mendamaikan dan melenakan, seperti melihat matahari terbenam di rantau. Kondisi hipnosis juga disamakan dengan kondisi meditasi. Kondisinya bukan tertidur, namun sadar dan titik api (focused awareness) serempak rileks dan nyaman.

Secara neuroscience (ilmu otak/syaraf), terhipnotis adalah kondisi dimana otak meningkat aktivitas gelombang otak lambat (alpha dan theta), dan menurunnya aktivitas gelombang penggagas cepat (beta). Akibatnya, pikiran menjadi sibuk dengan “menikmati” pikiran nyaman dan rileks sehingga berkurangnya pikiran bingung dan penuh pertimbangan akan satu situasi. Jikalau rasa nyaman dan sepi itu berlanjut, seseorang bisa condong aktivitas otak gelombang elektronik delta (tidur).

Popular:   Anggota Tubuh Yang Mendapat Perhatian Ketika Melakukan Meditasi Pernapasan Yaitu

Maka, kondisi hipnosis (gelombang elektronik pemrakarsa lambat/ alpha dan theta) dianggap perumpamaan kondisi sehari-hari nan kita rasakan detik siuman tidur dan akan tidur.

Bagaimana seseorang bisa terlengah?

Plong dasarnya, hipnosis yakni suatu kondisi mental yang spesifik. Untuk mencapainya, seseorang menggunakan teknik nan disebut induksi hipnosis. Induksi ini boleh dilakukan oleh khalayak bukan maupun diri sendiri. Diantara jenis induksi telah banyak diketahui orang, seperti menepuk dengan tangan (ini dilakukan plong praktek gendam), menjentikkan jari, membisikkan atau mengatakan pembukaan-pembukaan yang mengkondisikan perasaan nyaman (seperti “Beliau akan merasa nyaman dan mencium”), Mengajak obyek bakal mengasumsikan tempat yang nyaman (“Bayangkan Anda berpatokan di bawah tanaman nan rindang”), dan banyak jenis yang tak.

Setelah seseorang sudah berada intern kondisi hipnosis, selanjutnya sugesti diberikan. Sugesti dapat nyata peristiwa nan absurd (“Kamu adalah ayam jago”) hingga pengobatan medis (“Anda tak merasakan remai” atau “Di tangan Beliau ada tulisan “gempa bumi”, waktu ini saya hapus coretan itu”).

Belaka, kondisi hipnosis tidaklah harus berfaedah seseorang berbenda dalam kondisi sama dengan tidur. Hal ini ditunjukkan dengan adanya praktek hipnosis ketika seseorang dalam kondisi sadar (mata terbuka) sampai-sampai semenjana melakukan aktivitas fisik.

Apa prinsip-pendirian hypnosis?

Tidak semua khalayak boleh dihipnotis. Lebih tepatnya, kemampuan seseorang merespon sugesti hipnosis berbeda-beda.

Psikolog Amerika di Universitas Stanford (Ander M. Weitzenhoffer dan Ernest R. Hilgard) membuat skala yang boleh mengukur seberapa tingkat seseorang dapat dihipnotis, yang disebut Stanford Hypnotic Susceptibility Scales. Ada 12 sugesti yang dilakukan. Sekiranya skor 0 – 4, tergolong rendah. Kalau nilai 5-7, tergolong menengah. Jikalau skor 8 -12, tergolong tinggi atau mudah mendapat sugesti hipnosis.

Diantara bentuk sugesti hipnotisnya: tangan berpegangan dan mepet (nan terhipnotis, tidak boleh mengeluarkan tangan), tangan diulurkan kemudian disugesti terasa elusif (yang terhipnotis, tangannya akan turun karena “merasa” berat), peserta diminta mencuaikan hal yang familiar (seperti mana nama sendiri), dan sugesti panca indera lain (sama dengan kejedot sesuatu nan tak ada, mendengar suara minor lalat yang tak ada, dan lain sebagainya).

Popular:   Dasar Pelaksanaan Meditasi Pandangan Terang Adalah

Bilang prinsip yang ditemukan mulai sejak riset adalah sbb:

1. Kemampuan seseorang bikin merespon sugesti hipnosis mendekati tetap pada kehidupan dewasa.
2. Kemampuan peng-hipnotis enggak mempengaruhi tingkat respon orang nan dihipnotis.
Lebih-lebih, ketika seseorang menghipnotis dirinya sendiri, responnya pun akan cenderung sesuai tingkatnya.
3. Tingkat respon seseorang yang dihipnotis tidak dipengaruhi oleh karakter personal, seperti agresif- submisif nya seseorang, kemampuan berimajinasi, atau kemampuan bersosialisasi.
4. Orang nan dihipnotis tidak bersikap pasif. Yang terjadi adalah bahkan, seseorang yang internal kondisi hipnotis secara aktif mengelola keyakinan dan pemahamannya kiranya dapat melakukan ataupun memenuhi sugesti yang diberikan.

5. Hipnosis, ilmiah atau enggak?

Meski para peneliti menemukan alat kerjakan menimbang tingkat respon seseorang terhadap hipnotis, hal ini lain membantu mengklarifikasi proses llmiah segala nan terjadi momen seseorang dihipnosis dan diberi sugesti.

Selain sugesti belum tentu berakibat karena tingkat respon yang berbeda plong tiap bani adam, peneliti tidak bisa memahami proses otak apa yang terjadi momen seseorang dihipnotis/ diberi sugesti n domestik kondisi hipnosis.

Maka, lain heran kalau hipnosis lain diterima andai rajah psikoterapi oleh APA/ Asosiasi Psikologi Amerika. Dalam Psikologi, hipnosis masuk kerumahtanggaan satah guna-guna Pseudoscience Psychology (Psikologi Semu).

Keilmiahan hipnosis tertolak karena tak dapat diterapkan pada semua orang dan belum karuan berhasil pada kasus medis alias psikologis yang sebanding.

Namun, karena banyak yang mengaku dan menunjukkan praktek hipnosis yang dapat membantu kasus-kasus medis maupun kognitif, penggunaan hipnosis semakin menjalar.

6. Apa kelebihan dan kekeringan hypnosis?

Manfaat yang saya sebutkan, sejatinya adalah hal yang diaku maka dari itu pekerja hipnosis. Diantaranya kelebihan yang diaku adalah bahwa hipnosis praktis dan sukses. Kenyataannya, keberhasilan hipnosis tinggal tergantung tingkat respon manusia yang dihipnotis. Kalaupun berhasil dihipnotis, kondisi masalah alias penyakit pada pasien tidak disembuhkan cuma pasien dibuat (disugesti) untuk merasa sembuh dan fit. Sehingga ketika sugesti itu hilang, masalah akan kembali muncul.

Kekurangan lain bermula hipnosis yaitu enggak terserah dasar ilmiah jelas (apalagi dalil dari agama Islam). Selain itu, yang dihipnotis riskan mendapatkan sugesti nan tidak sesuai norma masyarakat maupun agama. Dan sebagaimana yang kita ketahui, sugesti tidak bertindak bagi semua cucu adam (hypnotizable tiap orang berbeda-selisih).

Popular:   Badan Yang Benar Ketika Melakukan Meditasi Adalah

7. Bagaimana hipnosis menurut Islam?

Hipnosis klasik jelas haram. Hipnosis klasik tercatat kategori okultisme. Lembaga Fatwa Saudi, Lajnah Daimah, jalinan mengeluarkan fatwa:

“Hipnosis merupakan termasuk tipe tenung (sihir) dengan menggunakan jin…

Menggunakan hipnosis dan menjadikannya cara bikin memaklumi tempat dagangan yang dicuri atau dagangan yang hilang, maupun pengobatan penyakit, atau melakukan pekerjaan tertentu dengan pergaulan orang yang dihipnosis yakni tidak boleh, bahkan teragendakan penyekutuan allah… juga ini tercatat bergantung kepada selain Allah” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 1/348).

8. Jikalau Hipnosis maju dalam Selam?

Hipnosis sejatinya adalah teknik atau prosedur dengan kunci satu: memberi sugesti sreg yang dihipnosis (proses bawah sadar).

Jika sugesti yang diberikan bertentangan dengan Islam, maka jelas problematis. Misal, seseorang disugesti agar bermaksiat ataupun beriman ateis.

Nah, jika sugesti yang diberikan sesuai Selam, apakah metodenya diperbolehkan? Misalnya, seseorang dihipnosis agar demap sholat atau menjauhi maksiat?

Sekiranya sugesti bertujuan menyangkal “bawah sadar” sehingga seseorang berubah tidak secara sadar, maka ada kekurangan osean dalam amalnya, ialah “niat”. Islam mengajarkan bagi beramal dengan niat yang Ter-hormat. Betapa pentingnya masalah niat, sehingga ulama-ulama Islam menyebutkan perkara niat di penggalan tadinya kitab-kitab karya mereka.

Cak kenapa kita menerapkan hipnosis sebagai solusi persoalan kita, ketika Allah sudah menyerahkan jawaban atas permasalahan hidup dengan Islam?

Sebagai penguat akan bermasalahnya hipnosis, sejatinya hipnosis adalah satu diantara metode penyebaran alias program NAM (New Age Movement), meskipun hipnosis enggak lahir bersumber NAM. Selain itu,programa NAM lainnya terserah Energi Prana, Fengshui, Huna, NLP, dan bentuk lain yang intinya sederajat meski namanya berbeda.

Ekualitas program-acara NAM adalah percaya lega fungsi bawah pulang ingatan, kehebatannya dan pentingnya keistimewaan pangkal sadar, dan berlatih kerjakan masuk ke “kesadaran berlainan” kerjakan mengoptimalkan potensi yang terpendam agar bisa melakukan perubahan.

Mata air:

1. “Mengerang New Age Movement” makanya F.A. Kurdi

2. “Self-Hypnosis Techniques for Management of Pain, Relaxation and Sleep” By Mark P. Jensen, PhD.

3. “Science and Pseudoscience in Clinical Psychology” edited by S.O. Lilienfield, S.J. Lynn, J.M. Lohr.

4. “The Truth and the Hype of Hypnosis” By Prof. Michael R. Nash

Redaktur:Eva Fatmah Hasan


Sumber: https://makalahpsikologi.blogspot.com/2015/08/kekurangan-dan-kelebihan-hypnosis.html