Hubungan Meditasi Dengan Indera Ke 6

  • Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia
    »
  • Topik Buddhisme
    »
  • Semadi
    »
  • (ask) hubungan meditasi dengan indera ke 6


Topic: (ask) pertautan meditasi dengan indera ke 6  (Read 7672 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Namo Buddhaya
_/\_

saya ingin tau nih hubungan antara menditasi dengan indera ke 6. Saya mengenal suatu suhu yang memiliki kemampuan yang hebat. introduksi sodara saya sih dia ad indera ke 6, terus bisa melihat tembus pandang, membuat dirinya menjadi banyak dan membuat banyak menjadi suatu, dan lain”.

pertanyaannya adalah : apakah meditasi dapat takhlik kita berbintang terang indera ke 6?

peroleh hidayah jika telah membaca post saya ini dan terima kasih jika ia telah menjawab post ini

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

moga semua makhluk hidup membujur

Namo Buddhaya
_/\_

semua manusia membingungkan adapun kebahagiaan,,
semua manusia berburu kebahagiaan,,
semua manusia lain pernah menyadari segala apa yg dilakukannya.
ketika manusia memafhumi dhamma,,

sebenarnya kebahagiaan itu telah ada pada dirinya


Secara mahajana di dalam Buddhism, nan disebut indera ke 6 ( selain pancaindera, alat penglihatan, hidung, pengecap, alat pendengar, tubuh (alat peraba)) yaitu batin. Berbeda dengan pancaindera lainnya, indera yang satu ini bukan berperilaku jasmani, namun selayaknya indera nan enggak batin juga bersambung dengan obyek-kontak-subyek, apabila dalam satu penglihatan terwalak hubungan obyek rencana – kontak – mata. maka dalam suatu kegiatan batin ada obyek perhatian (misalnya ide/gagasan)- kontak – batin, masing2 bergantung pada kesadaran, pada penglihatan disebut kesadaran mata, pada kegiatan batin disebut pemahaman batin.

Perenungan disebut sebagai pengembangan batin, jadi jelas silam berbimbing dengan indera ke 6.

Mana tahu yang beliau maksud  di atas ibarat indera ke 6 adalah kemampuan asing biasa mulai sejak batin atau kesaktian yang biasa disebut dengan “abbhinna”, contohnya begitu juga kemampuan antigravitasi (histeris maksudnya), menembus benda padat, dll. Kerumahtanggaan Buddhism meditasi samattha yang berbimbing dengan Jhana-jhana dikatakan dapat mengantar pada Abbhinna. Tetapi pencapaian Abhinna ini lebih menghadap dianggap bonus daripada pamrih. Seseorang yang belum menyentuh kesucian dikatakan mampu menjejak hal ini, dan apabila  terjadi demikian, maka abhinna ini bertambah berpotensi bagaikan venom atau alkohol yang memabukkan yang bisa mengapalkan insan tersebut menjadi melenceng terbit jalan condong kesucian, n domestik Tipitaka contoh basyar yang demikian adalah Bhante Devadatta. Dikatakan bahwa puas jaman Buddha Gotama banyak petapa lain yang memiliki kesaktian, contohnya narasi petapa yang dapat berjalan di atas permukaan air selepas berusaha selama 5 tahun, namun Buddha mengatakan bahwa hal tersebut absurd, karena seseorang boleh seberang sungai dengan ongkos minim (katakanlah goceng) sonder harus bersakit-sakit belajar sepanjang bertahun-tahun.

yaa… gitu deh


contohnya kisah petapa yang dapat berjalan di atas rataan air sehabis berusaha sepanjang 5 tahun, namun Buddha mengatakan bahwa kejadian tersebut banyol, karena seseorang dapat menyeberangi sungai dengan ongkos

minim (katakanlah goceng) tanpa harus membengkil belajar sejauh bertahun-tahun.

kisahan ini cak semau di sutta mana ?

Seringlah PancaKhanda direnungkan misal Ini Tidak MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Enggak DIRIKU, bermanfaat mengurangi keserakahan, mengurangi kecongkakan, Seyogiannya boleh menjauhi Rukyah SALAH.


hmm.. berarti apabila mendapat bonus tersebut, tetapi dapat membawa kita ke dukkha bgtu ya ?
:-?

meditasi pengembangan batin itu selevel gak dengan meditasi anapanasati

semua anak adam membingungkan tentang kegembiraan,,
semua manusia mencari kepelesiran,,
semua cucu adam tidak pernah menyadari apa yg dilakukannya.
ketika manusia mengetahui dhamma,,

selayaknya kebahagiaan itu telah ada pada dirinya


kisahan ini ada di sutta mana ?

Cerita ini keknya bukan dari sutta, mungkin bersumber atthakhata maupun mulai sejak sumber tidak. Mungkin cak semau rekan yang lain yang mengetahui sumber valid berbunga cerita ini. http://www.dhammacakratra.org/articles/98-kebijaksanaan-dhamma

hmm.. penting apabila mendapat bonus tersebut, hanya bisa membawa kita ke dukkha bgtu ya ?
:-?

perenungan pengembangan batin itu sama gak dengan semadi anapanasati

Mempunyai kesaktian namun belum mencapai keperawanan ibarat momongan kecil yang mempunyai sekotak korek api, makin cenderung membahayakan diri sendiri dan orang bukan ketimbang sebaliknya.

Popular:   Biaya Meditasi Di Bali Usada 2020

Dalam Buddhism, meditasi = bhavana. Anapanasati merupakan salah satu varietas bhavana, jenis ini paling kecil umum disarankan dan digunakan.

yaa… gitu deh


Dalam Buddhism, semadi = bhavana. Anapanasati adalah salah suatu spesies bhavana, jenis ini paling awam disarankan dan digunakan.

tetapi bknnya Y.A Ananda hanya berlatih meditasi anpanasati hanya?
berarti anapanasati dapat mengapalkan ke kesempurnaan dong?

hmmm
:-?
:-?

semua makhluk membingungkan tentang kebahagiaan,,
semua insan mencari kebahagiaan,,
semua manusia tidak koalisi mencatat apa yg dilakukannya.
ketika manusia mengarifi dhamma,,

selayaknya kebahagiaan itu telah ada lega dirinya


Indera ke 6 yg dimaksud Bro mana tahu abhinna yah? Maupun kemustajaban bathin,

Jika benar yang dimaksud demikian,

Menurut yang saya afiliasi baca, samatha bhavana terserah surat berharga samping mendapatkan kebaikan bathin, tapi yang nama nya efek samping akan berbeda di tiap cucu adam, intensi penting samatha bhavana adalah mencapai ketahanan bathin.

Semoga jawabannya kondusif.

The four Reliances
1st,rely on the arwah and meaning of the teachings, titinada on the words;

2nd,rely on the teachings, not on the personality of the teacher;
3rd,rely on real wisdom, not superficial interpretation;

And 4th,rely on the essence of your pure Wisdom Mind, not on judgmental perceptions


tetapi bknnya Y.A Ananda tetapi belajar meditasi anpanasati semata-mata?
berarti anapanasati bisa membawa ke keutuhan dong?

hmmm
:-?
:-?

Saya tidak tahu apabila Bhante Ananda “hanya” melakukan anapanasati bhavana.

Tapi sejauh yang saya ketahui anapanasati bisa tercatat dalam samatha dan vipassana, tersangkut kecenderungannya. Apabila nafas hanya diperhatikan plong satu titik (ujung labium atas ataupun hidung ataupun bagian lain di dalam hangit yang responsif terhadap nafas) maka berkiblat pada samatha, sedangkan apabila mengamati proses keluar timbrung nafas peristiwa ini cenderung pada vipassana, merupakan mengamati timbul dan tenggelamnya fenomena (annica). Samatha mengapalkan plong pembebasan lewat pikiran (samadhi), sedangkan vipassana mengirimkan pada abolisi adv amat kebijaksanaan (panna) dimana keduanya ini ditopang dan menopang moralitas (sila-samadhi-panna, ketiganya saling berhubungan) yang puas puncaknya adalah kebebasan dari nafsu (tanha).

Kalo lakukan mendapatkan abhinna keknya obyeknya bukan hanya nafas tetapi obyek yang lain, tapi saya sedikit mengerti mengenai hal ini.

yaa… gitu deh


Saya tidak tahu apabila Bhante Ananda “hanya” melakukan anapanasati bhavana.

Tapi sejauh yang saya ketahui anapanasati bisa teragendakan dalam samatha dan vipassana, tersidai kecenderungannya. Apabila nafas cuma diperhatikan lega satu tutul (ujung bibir atas maupun alat pencium ataupun putaran tidak di dalam cingur nan peka terhadap nafas) maka menghadap sreg samatha, sedangkan apabila mengamati proses lalu lintas nafas situasi ini berkiblat pada vipassana, yaitu mengamati kulur dan tenggelamnya fenomena (annica). Samatha membawa puas absolusi habis pikiran (samadhi), sedangkan vipassana mengirimkan pada pembebasan habis kebijaksanaan (panna) dimana keduanya ini ditopang dan menopang moralitas (sila-samadhi-panna, ketiganya tukar berhubungan) yang pada puncaknya adalah kedaulatan dari nafsu (tanha).

Kalo untuk mendapatkan abhinna keknya obyeknya bukan hanya nafas tetapi obyek yang tak, tapi saya kurang mengetahui akan halnya keadaan ini.

oooo .. berarti selama 4 periode ini gw uda bener berlatih permenungan vipasanna dong
:D

gw pertama dalam batin menotal layak turut nafas gw berkata 1 dan keluar 2

gw hitungnya 1-8 dengan repetisi 5x..
terus gw ga menghitung nafasnya juga.. melainkan mengetahui berasal masukny nafas, tengah nafas, dan mpe tutul intiha nafas ,, dan kembali sebalikny ketika mengeluarkannya
terus sehabis itu gw permenungan melafalkan logo buddha…

jd klw dihitung” gw meditasi 5-10 menit buat gtu
dan pengunci”ny gw khalwat metta
:D

tapi td pagi diganggu
:(
diganggu ama nyamuk malaria

Popular:   Apa Manfaat Meditasi Pernapasan Jika Dilakukan Terus Menerus

semua manusia membingungkan tentang kegembiraan,,
semua manusia mencari kebahagiaan,,
semua hamba allah enggak pernah menyadari segala apa yg dilakukannya.
ketika cucu adam memahami dhamma,,

sebenarnya kebahagiaan itu telah ada pada dirinya


koreksi dari yang kami baca


blue
:

Do not pay attention to the individual characteristics (abhāva-lakkhaṇa), general characteristics (sammañña-lakkhaṇa)
or the colour of the nimitta (the sign of concentration). The spesifik characteristics are the natural characteristics of the four elements in the breath: hardness, roughness, flowing, heat, supporting, pushing, etc.

The general characteristics are the impermanent (anicca), suffering (dukkha), or non-self (anatta) characteristics of the breath. This means do not note ‘in, out, impermanent’, or ‘in, out, suffering’, or ‘in, out, non-self’
.


How to Analyse Rūpa Kalāpa
The rūpa kalāpas fall into two groups, those which are transparent and those which are opaque. Only the rūpa kalāpas which contain one of the five material transparent-elements (pasāda rūpa) are transparent. All other rūpa kalāpas are opaque.

You should first begin to practise discerning the four elements, earth, water, fire, and air, in individual transparent and opaque rūpa kalāpas.

You will probably find that the rūpa kalāpas arise and pass away very, very quickly. At this point, you will still not be able to analyse the rūpa kalāpas, because you still see the rūpa kalāpas as small particles with size. Since you have not yet removed the three kinds of compactness, compactness of continuity (santati-ghana), compactness of group (samūha-ghana), and compactness of function (kicca-ghana)
,
you are still in the realm of concepts (paññatti), and have not yet arrived at ultimate reality (paramattha).

ref: Mindfulness of Breathing and Four Elements Meditation by Ven. Pa Auk Sayadaw

kedua cuplikan diatas adalah kempang dari samatha. Suatu diambil dari Anapanasati dan yang satunya lagi diambil bermula jalur 4 elemen.
2 bawah berpokok vipassana, yi: nama & rupa; yang dilakukan secara bertepatan bukan namun secara konsep.

bertambah jauh lagi, samatha & vipassana saling kontributif sebagai landasan satu dengan yang lainnya

tapi tidak dicampur kocokan pada kosepnya. Takdirnya sedari semula, teoritis, sudah dicampuradukkan maka ekspansi samatha dan vipassana akan mengalami benturan (lain menghasilkan keberhasilan alih alih malah menimbulkan pemberhentian nan permanen, alias tidak pernah bertamadun)

nb: alih alih adalah bahasa nasionalisme MMD:hammer:

Saya tak tahu apabila Bhante Ananda “hanya” mengamalkan anapanasati bhavana.

Tapi sejauh nan saya ketahui anapanasati bisa termasuk kerumahtanggaan samatha dan vipassana, terjemur kecenderungannya. Apabila nafas hanya diperhatikan pada satu titik (ujung bibir atas alias hidung atau penggalan tidak di kerumahtanggaan hidung yang responsif terhadap nafas) maka cenderung plong samatha,

sedangkan apabila mengamati proses keluar masuk nafas keadaan ini menghadap pada vipassana, yaitu mencamkan timbul dan tenggelamnya fenomena (annica)
. Samatha mengapalkan pada abolisi lewat pikiran (samadhi), sedangkan vipassana mengapalkan sreg maaf adv amat kebijaksanaan (panna) dimana keduanya ini ditopang dan menopang moralitas (sila-samadhi-panna, ketiganya saling berhubungan) yang pada puncaknya adalah kebebasan dari nafsu (tanha).

Kalo untuk mendapatkan abhinna keknya obyeknya bukan hanya nafas tetapi obyek nan tidak, tapi saya kurang memafhumi tentang hal ini.


semua manusia membingungkan tentang kebahagiaan,,
semua manusia mencari kepelesiran,,
semua makhluk tidak kawin menyadari apa yg dilakukannya.
momen manusia mengetahui dhamma,,

sesungguhnya kesenangan itu telah ada pada dirinya


Red: harap dibaca juga 2 jabaran terpisah yang telah disampaikan.
pemusatan dalam hal ini nyepi hanya dapat dilakukan puas satu waktu dan pada suatu alamat semata-mata.
diatas kami pertegas dengan menjatah
horizontal line
sebagai

pemisah

antara anapanasati & 4 unsur, makara harap diperhatikan.

4 elemen bagian mulai sejak samatha yang digunakan sebagai pematang bawah vipassana bagi mengamati keluih tenggelamnya rupa kalapa dengan pengelihatan langsung bukan saja

memahami

“ini/itu” timbul tenggelam (anicca), konseptual.

statemen mamak Hendrako yang bercat biru:
“sementara itu apabila mengupas proses celam-celum nafas kejadian ini menuju pada vipassana, ialah mengamati kulur dan tenggelamnya fenomena (annica)”

“sedangkan apabila mengaibkan proses keluar masuk nafas situasi ini cenderung pada vipassana”, ini mudah-mudahan merupakan episode dari samatha dan bukanlah putaran dari vipassana. seperti mana yang telah dijelaskan sreg (underline):


Do titinada pay attention to the spesial characteristics (abhāva-lakkhaṇa), general characteristics (sammañña-lakkhaṇa)

or the colour of the nimitta (the sign of concentration). The tunggal characteristics are the natural characteristics of the four elements in the breath: hardness, roughness, flowing, heat, supporting, pushing, etc.

The general characteristics are the impermanent (anicca), suffering (dukkha), or non-self (anatta) characteristics of the breath.
This means do not note ‘in, out, impermanent’, or ‘in, out, suffering’, or ‘in, out, non-self’.

:outoftopic:
:outoftopic:
:outoftopic:

penjelasan diatas sdh OOT, ntar suka-suka yang frotes mengotori thread.

berharga 1x semadi 2 sasaran yg difokuskan yah?
satu kepada keluar msk nafas dan satu lagi pecah visualisasi ( memikirkan tentang 4 partikel itu )

bener ga ?

btw mikirinnya gmn caranya ya ? biasa gw klw meditasi anapanasati,, terus mikirin objek tidak .. biasa nafasnya jd ga karuan .. terus pemikirannya lagi jadi lari .. jd rumit menonjolkan
:-?
:-?

mohon pencerahannya
^:)^
^:)^
^:)^

«
Last Edit: 24 June 2012, 10:38:43 AM by Mas Tidar
»

Saccena berpenyakitan samo natthi, Esa me saccaparamiti

“One who sees the Dhamma sees me. One who sees derita sees the Dhamma.” Buddha


At joy.. Satu kalimat internal tafakur. LEPASKAN APAPUN Nan MENGIKATMU,Tambahan pula DIRIMU Seorang Tidak MILIKMU. Maafkan,saya sendiri sebatas hari ini masih berlatih mengasingkan jadi rasanya tidak pantas mengajarimu,tapi hanya merasa perlu sharing denganmu cuma agar kamu jangan membingungkan segala sesuatu nan unjuk dan jangan pusingkan keistimewaan siddhi nan cak semau.Lakonin saja,keluarkan sebanyak siapa apapun yang membelit pikiranmu.Caranya?Kalau kamu ada karsa,seiring waktu karuan dia akan menemukan caramu seorang dalam membuang apa belenggu.Sang Buddha berkata”ADA SESUATU Nan TIDAK Koalisi DILAHIRKAN,TIDAK DICIPTAKAN MAKA TIDAK AKAN Lulus.”namaste.


saya sudah mengerti skrg
:-?
:-?

ternyata suka-suka udang rebon dibalik batu ,, ada pamrih senyatanya dibalik tujuan semata
:))
:))

makasi mutakadim mencerahkan hati nurani ku

sabbe satta bhavantu sukhitatha

semoga semua makhluk hidup mendapat habuan

_/\_
_/\_
_/\_
saddhu3

semua khalayak membingungkan tentang kegembiraan,,
semua bani adam mencari kebahagiaan,,
semua manusia bukan persaudaraan menyadari apa yg dilakukannya.
ketika manusia mengetahui dhamma,,

selayaknya kesukaan itu telah terserah pada dirinya




Sumber: https://forum.dhammacitta.org/index.php?topic=22608.0