Gerakan Yoga Yang Menitikberatkan Pada Teknik Meditasi Dan

MUTIARAHINDU — Nasion yang besar adalah bangsa (publik) yang meluhurkan sejarahnya. Kehadiran ajaran yoga di kalangan umat Hindu mutakadim silam tenar, lebih-lebih juga merambah masyarakat pada umumnya. Akan halnya orang ceria yang membangun dan mengembangkan ajaran ini (yoga) yaitu Maharsi Patañjali. Ramalan yoga bisa dikatakan misal anugrah yang luar baku dari Maharsi Patañjali kepada sembarang orang yang mau melaksanakan kehidupan kerohanian. Bila kitab Veda ialah pengetahuan suci yang bersifat teoretis, maka yoga yakni hobatan yang berperilaku praktis dari-Nya, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:4).

Baca:
Pengertian dan Hakikat Yoga menurut Agama Hindu

image: deka_sudiatmika_wijaya36

Tajali yoga merupakan uluran tangan kepada mana tahu belaka yang ingin meningkatkan diri di permukaan kerohanian. Kitab nan menuliskan tentang ilham yoga bakal mula-mula kalinya adalah Yogasūtra karya Maharsi Patañjali. Namun demikian dinyatakan bahwa zarah-unsur ajarannya sudah lalu ada jauh sebelum itu. Petunjuk yoga sesungguhnya sudah terwalak di dalam kitab ṡruti, smrti, itihāsa, atau purāna. Setelah siasat Yogasūtra berikutnya muncullah kitab-kitab Bhāsya nan merupakan sentral komentar terhadap karya Maharsi Patañjali, di antaranya adalah Bhāsya Niti maka dari itu Bhojaraja dan yang lainnya. Komentar-komentar itu menguraikan akan halnya tajali yoga karya Maharsi Patañjali yang berbentuk sūtra atau kalimat ringkas dan padat.

Sejak kian berpangkal 5.000 perian yang sangat, yoga sudah diketahui laksana salah satu alternatif pengobatan melalui pernafasan. Awal mula munculnya yoga diprakarsai makanya Maharsi Patañjali, dan menjadi wahi nan diikuti banyak kalangan umat Hindu. Maharsi Patañjali memahamkan kata yoga sama-dengan Cittavrttinirodha yang bermakna penghentian gerak perasaan. Seluruh kitab Yogasutra karya Maharsi Patañjali dikelompokkan atas 4 pada (episode) yang terdiri berpangkal 194 sūtra.

Baca:
Mengenal dan Manfaat Ajaran Yoga Dalam Agama Hindu

Penggalan-bagiannya antara enggak sebagaimana berikut.

a. Samadhipāda

Kitab ini menjelaskan tentang sifat, tujuan dan rancangan ajaran yoga. Di dalamnya memuat pergantian-perubahan perasaan dan tata cara pelaksanaaan yoga.

Popular:   Yang Bisa Kita Lakukan Supaya Tidak Mengantuk Saat Meditasi Adalah

b. Shādhanapāda

Kitab ini mengklarifikasi adapun pelaksanaan yoga begitu juga tata cara mencapai samadhi, tentang kedukaan, karmaphala dan nan lainnya.

c. Vibhūtipāda

Kitab ini menguraikan mengenai aspek sukma atau batiniah serta kelebihan lucut yang diperoleh dengan jalan yoga.

d. Kaivalyapāda

Kitab ini menjelaskan tentang alam perlop dan laporan hidup dalam membereskan tunggul sekular. Wangsit yoga termuat privat sastra Hindu. Berbagai sastra Hindu yang memuat nubuat yoga di antaranya adalah kitab Upanisad, kitab Bhagavad Gita, kitab Yoga sutra, dan Hatta Yoga. Kitab Veda merupakan mata air ilmu yoga, nan atas pemberian Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa yang meluangkan berbagai metode lakukan mencapai penerangan rohani. Metode-metode yang diajarkan itu disesuaikan dengan tingkat perkembangan rohani seseorang dan metode yang dimaksud dikenal dengan sebutan yoga, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:5).

Baca:
Pengertian Astāngga Yoga dan Bagian-Bagiannya Serta Penjelasannya

“Yoga-sthaá kuru karmāṇi saògaṁ tyakvā dhanañjaya siddhy-asiddhyoh samo bhūtvā samatvam yoga ucyate”

Tafsiran:

“Pusatkanlah pikiranmu pada kerja tanpa mengasi alhasil, wahai Danañjaya (Arjuna), tetaplah teguh baik kerumahtanggaan keberhasilan ataupun kegagalan, sebab keseimbangan jiwa itulah nan disebut yoga”,(Bhagavad Gita.II.48).

Setiap orang memiliki watak (karakter), tingkat rohani dan bakat yang berbeda. Dengan demikian untuk meningkatkan kronologi rohaninya masing-masing hamba allah dapat memilih jalan yang berbeda-beda. Yang mahakuasa Yang Maha Esa bak penyelamat dan Maha Kuasa selalu menuntun umatnya untuk berusaha mewujudkan keinginannya yang terbaik. Atas kuasa Almalik Yang Maha Esa orang bisa menolong dirinya bagi mengecualikan semua rintangan yang sedang dan yang kelihatannya dihadapinya. Dengan demikian maka terwujudlah tujuan utamanya yakni sejahtera dan bahagia.

Baca:
Etika Dalam Mempelajari Yoga Menurut Agama Hindu

“Trātāram indram avitāram handraṁhavehave suhavaṁ ṡuram indram, hvayāmi ṡakram puruhūtam indraṁ svasti no maghavā dhātvindrah”


Terjemahan:

“Tuhan perumpamaan penolong, Tuhan perumpamaan juru selamat, Tuhan yang mahakuasa, yang dipuja dengan gembira dalam setiap pemujaan, Tuhan, Mahakuasa, kerap dipuja, kami memohon, seyogiannya Tuhan, yang Mahapemurah, melimpahkan anugerah kepada kami”, (RV.Veda I.47.11).

Popular:   Merenung Dan Meditasi Kepada Sang Kholiq Dalam Istilah Tasawwuf Disebut…

Bersumberkan kitab-kitab tersebut diversifikasi yoga yang baik untuk diikuti yaitu seperti berikut ini.


a. Hatha Yoga

Kampanye yoga yang dilakukan dengan posisi fisik (asana), teknik pernafasan (pranayana) disertai dengan meditasi. Posisi tubuh tersebut dapat mengantarkan pikiran menjadi tenang, sehat dan munjung roh. Ajaran hatha yoga berpengaruh atas raga atau jasmani seseorang. Nubuat Hatha Yoga menggunakan loyalitas awak umpama alat untuk membangunkan kemampuan rohani seseorang. Sirkulasi pernafasan dikendalikan dengan sikap-sikap badan yang sukar-sukar. Sikap-sikap raga tersebut dilatih laksana seekor kuda yang diajari mudah-mudahan boleh menurut perintah penunggangnya yang n domestik kejadian ini penunggangnya adalah atman (kehidupan), (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:6).


b. Hobatan Yoga

Gerakan yoga yang dilaksanakan dengan mengucapkan kalimat-kalimat suci melalui rasa kebhaktian dan perhatian yang penuh konsentrasi. Perhatian dikonsentrasikan mudahmudahan tercapai kesucian hati bikin ‘mendengar’ kritik kesunyian, titah, tuturan Allah mengenai identitasnya. Pengucapan berbagai mantra dengan tepat membutuhkan suatu kajian ilmu laporan nan mendalam. Tetapi biasanya banyak kebhaktian hanya memakai satu jenis mantra cuma.


c. Laya Yoga atau Kundalini Yoga

Gerakan yoga nan dilakukan dengan tujuan menjinakkan pembangkitan kiat guna kreatif kundalini nan mengandung kerahasian dan cak bimbingan-latihan mental dan bodi. Ajaran Laya Yoga menekankan pada kebangkitan masing-masing cakra nan dilalui makanya kundalini yang bergerak dari cakra dasar ke cakra mahkota serta bagaimana memanfaatkan karakteristik itu buat intensi-pamrih mahamulia manusia.


d. Bhakti Yoga

Gerakan yoga yang menitikberatkan diri menuju lever. Diyakini bahwa seandainya sendiri yogi berhasil menerapkan wahi ini maka dia bisa melihat fungsi basyar-lain dan penyelenggaraan-cara lakukan menghadapi sesuatu. Praktik ajaran Bhakti Yoga ini juga takhlik seorang yogi menjadi kian welas asih dan menyepakati segala nan terserah di sekitarnya. Karena dalam yoga ini diajarkan untuk menyayangi alam dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Popular:   Meditasi Dengan Objek Keluar Masuknya Nafas Disebut

Baca:
Si Hyang Widhi (Tuhan) dalam Tajali Yoga dan Komplet Praktik Sikap-sikap Yoga


e. Ratu Yoga

Persuasi yoga yang menitikberatkan puas teknik tafakur dan kontemplasi. Ramalan yoga ini nantinya memusat plong tata-cara penguasaan diri bersama-sama menghargai diri seorang dan sekitarnya. Tanzil Raja Yoga yaitu bawah dari Yoga Sutra.


f. Jnana Yoga

Usaha yoga yang menerapkan metode untuk meraih kebijaksanaan dan pengetahuan. Gerakan petunjuk Jnana Yoga ini cenderung menggabungkan antara kepandaian dan kebijaksanaan, sehingga nantinya mendapatkan atma yang dapat menerima semua filosofi dan agama, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:7).


g. Karma Yoga

Dalam ajaran agama Hindu selain diperkenalkan beraneka rupa tipe propaganda yoga di atas, cak semau yang disebutkan keberagaman Tantra Yoga. Ajaran ini kurang berbeda dengan yoga pada umumnya, terlebih ada yang menganggapnya mirip dengan jantur. Ajaran Tantra Yoga terdiri atas kebenaran (kebenaran) dan hal-situasi yang mistik (mantra), dan bertujuan bakal dapat menghargai pelajaran dan pengalaman hidup umatnya, (Mudana dan Ngurah Dwaja, 2014:8).

Renungan Rg veda VIII. 92. 9

“Šikṣa na hangit rāya ā puru, vidaṁ ṛcisama, avā naá pārye ghane.”


Terjemahan:

”Berilah kami nubuat, ya Tuhan, buat mendapatkan perbendaharaan, Engkau Yang Maha Adv pernah, dipuja dengan lagu-lagu, tolonglah kami n domestik perbangkangan ini.”



Referensi

Mudana dan Ngurah Dwaja. 2014.
Pendidikan Agama Hindu dan Khuluk Pekerti.
Jakarta: Kementerian             Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti : Kunci Peserta / Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan. — Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.vi, 190 hlm.; 25 cm

Kerjakan SMA/SMK Kelas XI

Kontributor Skenario  : I Nengah Mudana dan I Gusti Ngurah Dwaja.

Penelaah
: I Wayan Paramartha. – I Made Sutrisna.

Penyelia Penerbitan  : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud

Cetakan Ke-1, 2014


Sumber: https://www.mutiarahindu.com/2019/01/sejarah-yoga-dalam-ajaran-agama-hindu.html