Contoh Karya Ilmiah Tentang Pemasaran Bisnis Rumahan Dengan Aplikasi Online

Mendekati akhir semester, Anda mungkin akan mendapatkan banyak tugas, di antaranya membuat kertas kerja atau karya ilmiah. Makanya karena itu, contoh karya ilmiah yang ini penting disimak sebagai bulan-bulanan referensi.

Tugas membuat karya ilmiah sebenarnya mudah. Akan tetapi, karena belum memafhumi barang apa itu karya ilmiah dan bagaimana teoretis karya ilmiah yang baik, kalian mungkin kesulitan lakukan membuatnya.

Tak perlu sano, kalian hanya teradat mempelajari signifikansi karya ilmiah, keberagaman-jenisnya, cara membuatnya, sampai contoh karya ilmiah yang baik dan etis. Semua informasi tersebut akan diulas secara sederhana dan mudah melalui pembahasan berikut.

Pengertian Karya Ilmiah


Sebagai halnya namanya, karya ilmiah adalah sebuah karya yang dibuat berdasarkan guna-guna maklumat. Karya ilmiah ini berupa karya tulis yang disusun bersendikan koleksi data serta fakta. Sejak duduk di amben SMA, Anda kelihatannya akan mulai mendapatkan tugas untuk membuat karya ilmiah.

Berdasarkan penjelasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah adalah sebuah karya catat yang disusun berdasarkan data serta fakta dan dengan memperhatikan prinsip-mandu ilmiah.

Karya tulis ilmiah ditulis berdasarkan observasi (pengamatan), eksperimen (percobaan), serta kajian bacaan. Karena menggunakan prinsip ilmiah, Sira tidak boleh asal dalam menyusunnya.

Karya ilmiah yaitu bacaan yang ditulis secara berstruktur, logis, serta memenuhi rumusan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, aspek rasionalitas harus diutamakan. Persoalan nan dibahas harus diangkat dan dibedah secara objektif dan berdasarkan fakta.

Karya tulis ilmiah disusun dengan menunggangi kata-kata yang lugas dan efektif sehingga tidak menimbulkan ambiguitas. Dia harus memahami bawah-asal penulisan karya ilmiah sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

ciri-ciri karya ilmiah

Sebagai halnya yang mutakadim dijelaskan di atas, karya ilmiah harus disusun dengan memperhatikan kaidah aji-aji takrif. Maka dari itu karena itu, karya ilmiah punya ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Menggosipkan permasalahan secara logis.
  2. Berlandaskan data dan fakta yang terpercaya.
  3. Opini yang disampaikan harus berdasarkan teori dan kajian pustaka.
  4. Disusun menggunakan ragam bahasa ilmiah.
  5. Objektif alias enggak menyebelahi.

Struktur Karya Ilmiah

Struktur Karya Ilmiah

Struktur atau susunan karya ilmiah pada dasarnya bergantung sreg resan dari institusi maupun lembaga yang diikuti. Cak semau unsur nan dimasukkan dan terserah pula yang tidak sesuai dengan ketentuan dari sebuah rancangan.

Lamun begitu, pada dasarnya struktur karya ilmiah yaitu sekelas, merupakan ada bagian pembuka, isi, dan penutup. Dalam takdir umum, struktur karya tulis ilmiah ialah sebagai berikut.

1. Jerambah Judul

Halaman kepala karangan digdaya tentang informasi singkat tentang karya tulis yang dibuat. Pada pekarangan judul, Anda boleh menuliskan judul, logo penulis, dan pengetahuan tentang rancangan.

Untuk pembuatan judul, pastikan sudah lalu sesuai dengan tema keseluruhan karya tulis, ya. Tajuk pun harus ditulis seobjektif kali, bukan judul
clickbait
seperti yang ada di pintu-portal online.

Kemudian, judul karya tulis, cap penulis, dan logo serta tera lembaga ditulis dengan rata tengah. Susun serapi kelihatannya agar menarik untuk dibaca.

2. Teladan

Dalam karya tulis, khayali adalah ikhtisar dari seluruh is karya ilmiah. Per institusi mempunyai ketentuan partikular untuk penyusunan cermin.

Pada karya catat ilmiah, seperti skripsi, abstrak biasanya ditulis dengan bilingual, adalah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hierarki abstrak antara 150 – 200 introduksi dengan spasi 1,5 pt.

Kemudian, pada bagian pangkal teladan kembali disebutkan pengenalan sentral. Kata kunci adalah pembukaan nan paling kecil banyak disebut dalam karya tulis. Maksimal kata kunci adalah lima kata.

3. Pendahuluan

Bagian pendahuluan memiliki sejumlah subbab. Subbab nan dimaksud rata-rata adalah sebagai berikut.

  1. Latar birit
  2. Rumusan masalah
  3. Harapan

Latar belakang kelainan berisi tentang alasan cak kenapa Anda mengambil topik tersebut bakal diteliti. Kemudian, rumusan masalah kebal pembahasan apa saja yang akan dibahas. Rumusan kelainan ini biasanya berisi daftar pertanyaan.

Kemudian, tujuan penekanan biasanya merupakan jawaban dari rumusan keburukan yang dibuat. Bagian-penggalan dalam pendahuluan ini sepantasnya tukar bersambung.

4. Tinjauan Wacana

Tinjauan pustaka berkaitan dengan pengkhususan terdepan dan landasan teori nan dipakai. Penjelasannya adalah laksana berikut.

1. Penelitian Terdahulu

Tinjauan pustaka berisi mengenai studi penting. Engkau bisa mencantumkan pendalaman-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengkajian Anda. Dengan sedemikian itu, penelitian Anda bisa menjadi komplemen terbit riset-penajaman terdahulu.

2. Landasan Teori

Landasan teori adalah daftar teori berbunga ahli yang digunakan bagi mengkaji masalah. Landasan teori ini bisa diibaratkan sebagai semacam pisau untuk mengupas masalah yang dibahas.

Popular:   Uraikan Cara Dalam Mengembangkan Bisnis Dengan Menggunakan Media Promosi Online

Sebaiknya tidak terdeteksi plagiarisme, dalam pengutipan teori, Anda harus menggunakan suratan pengutipan. Kemudian, kamu harus mengeluh sumber referensi internal daftar referensi.

Dengan begitu, pembaca pun bisa menyisir teori, data, atau butir-butir nan dikutip dalam karya tulis ilmiah. Engkau bisa melihat teladan karya ilmiah berikut bakal amanat sepenuhnya.

5. Metodologi Penelitian

Metodologi pendalaman berisi akan halnya metode dan tekni dalam menganalisis data. Metodologi penelitian secara lengkap berisi tentang sejumlah hal berikut.

  1. Metode penelitian
  2. Titik api penelitian
  3. Sumber data
  4. Teknik pengumpulan data
  5. Teknik analisis data

6. Pembahasan atau Isi

Ini adalah bagian inti n domestik karya tulis ilmiah. Bagian ini sakti tentang hasil amatan dari objek riset. Segala nan tertuang dalam pembahasan sesuai dengan metode studi yang dipakai.

Jika memperalat metode pengkhususan kualitatif, pembahasan kian banyak berisi uraian secara teragendakan tanpa tabulasi, diagram, atau tabel. Sementara itu, kalau metode penelitian nan dipilih adalah kuantitatif, penjelasan lebih banyak menggunakan diagram, grafik, atau diagram.

Pembahasan harus menjawab tanya kerumahtanggaan rumusan ki kesulitan. Bagian ini harus disusun secara sistematis agar mudah dimengerti oleh pembaca.

7. Akhir

Intiha berisi kesimpulan karya tulis ilmiah dan lagi saran. Pada kesimpulan, Engkau bisa memfokuskan kembali hasil penelitian yang telah dilakukan.

Saat batik deduksi, Dia mungkin bertanya, apa bedanya abstrak dengan kesimpulan? Arketipe berisi tentang rangkuman penajaman dari awal hingga penutup. Tentatif itu, inferensi cuma digdaya tentang intisari dari pembahasan. Jadi, kesimpulan kian padat dan fokus lega episode pembahasan.

8. Daftar Pustaka

Babak ini perlu ada dalam sebuah karya ilmiah. Daftar bacaan sakti tentang buku-buku nan dijadikan teks dalam penulisan karya ilmiah. Dengan begitu, karya ilmiah terbebas bersumber tuduhan plagiarisme.

Dalam memformulasikan daftar pustaka, suka-suka kaidah penulisan yang harus diperhatikan. Pelajari terlampau pendirian penulisan daftar pustaka seyogiannya bukan ada kesalahan sreg adegan signifikan dalam karya ilmiah ini.

Itulah struktur karya ilmiah yang standar. Lagi ditegaskan bahwa struktur penyusunan karya ilmiah bergantung sreg kodrat tulangtulangan. Jadi, tidak paten ataupun bisa berbeda-beda sesuai dengan ketentuan instansi terkait.

Contoh Karya Tulis Ilmiah Sumir adapun Budaya

Contoh Karya Tulis Ilmiah Singkat tentang Budaya

Kontrol Budaya Korea Selatan (K-Sandiwara radio dan K-Pop) puas Hayat Remaja

Bab I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Penyakit

Budaya Korea Selatan, baik K-Pop maupun K-Drama sudah mulai menjamur. Sejak satu sepuluh tahun bontot, makin banyak guri muda yang menaksir dagangan budaya berpokok wilayah Gingseng tersebut. Obsesi kaum muda terhadap budaya asing tentu akan menimbulkan berbagai dampak, baik itu positif maupun negatif.

Korean wave
adalah istilah yang mengacu pada tersebarnya budaya Korea ke beragam negara di bumi. Enggak cuma Indonesia, “demam” Korea juga melanda berbagai negara, seperti Thailand, Jepang, Malaysia, bahkan negara-negara di Eropa dan Amerika.

Sebelum internet menjadi sesuatu yang mudah didapat, awal menyebarnya budaya Korea di Indonesia dimulai dari tayangan drama korea di TV swasta Indonesia. Drama berjudul “Full House” yang dimainkan maka dari itu Rain dan Song He Kyo yang tayang di Indosiar puas tahun 2005 menjadi gapura pembuka cak bagi masuknya budaya Korea di Indonesia.

Dagelan nan memiliki besaran bagian kurang dengan konflik yang lebih seru menjadi gerendel tarik tersendiri. Farik dengan sinteron Indonesia yang boleh tayang hingga ribuan episode dengan alur dan konflik yang mengalir-putar, drama Korea mempunyai masa tayang yang sudah ditentukan, kebanyakan hanya 16 – 22 episode.

Selain itu, tema-tema yang diangkat juga lebih beragam. Tak hanya mengangkat masalah sosial, ketoprak Korea lagi menggotong banyak genre lainnya yang takhlik penonton tidak pernah merasa bosan.

Beberapa musim setelahnya, tak doang drama Korea, musik K-Pop pun mulai merayapi publik Indonesia. Sebut hanya, Super Junior, BigBang, SNSD, Infinite, EXO, setakat BTS mulai menjadi kiblat musik baru masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.

Malar-malar pula, di era modern begini, penyebaran informasi berlangsung secara cepat dan mudah. Dengan adanya internet, informasi bersumber berbagai rupa penjuru dunia bisa diakses dengan cepat. Inilah yang memicu semakin banyaknya remaja yang terikat dengan budaya Korea.

Alasan mengapa budaya Korea mudah diterima maka dari itu masyarakat Indonesia merupakan adanya kemiripan budaya. Sama-setimbang ki berjebah di wilayah Asia, budaya Korea masih mengenal sopan-santun seperti di Indonesia. Ini menjadi daya tarik partikular.

Popular:   Makalah Bisnis Online Shop Di Kalangan Mahasiswa

Berbeda dengan budaya barat nan cenderung bebas dan tidak beraturan, budaya Korea masih memiliki kesetaraan dengan Indonesia, terutama dari sisi kesopanan. Ini menjadi alasan mengapa masyarakat mudah beralih dari budaya barat ke budaya Korea.

Masuknya budaya Korea yang secara loyal dan masif tersebut karuan berdampak pada kamil pikir anak-anak muda di Indonesia. Pada karya catat ini, penyadur akan membahas tentang dampak budaya Korea terhadap arwah sosial remaja di Indonesia.

2. Rumusah Masalah

Berlandaskan latar belakang masalah di atas, rumusan permasalahan privat karya catat ilmiah ini adalah bak berikut.

  1. Bagaimana dampak substansial budaya Korea Selatan terhadap kehidupan remaja Indonesia?
  2. Bagaimana dampak negatif budaya Korea Selatan terhadap jiwa remaja di Indonesia

3. Harapan Pengkajian

Beralaskan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Mendeskripsikan bagaimana dampak positif budaya Korea Selatan terhadap kehidupan sosial remaja di Indonesia.
  2. Mendeskripsikan bagaimana dampak merusak budaya Korea Selatan terhadap semangat sosial remaja di Indonesia.

BAB II Amatan PUSTAKA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V, budaya adalah akal busuk budi; tradisi; sesuatu mengenai kebudayaan nan mutakadim berkembang.

Menurut Koentjaraningrat (intern Simbar, 2016), kultur adalah keseluruhan sistem dan gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia di privat nyawa bermasyarakat. Kebudayaan merupakan hasil fiil anak kunci manusia berpunca hari ke waktu.

Era maju memungkinkan adanya pertemuan dua budaya. Kecanggihan internet menjadikan batas-batas negara tak lagi berlaku dalam proses pertukaran maklumat. Budaya bermula berjenis-jenis daerah pula menyebar luas dengan amat mudah.

Persebaran budaya nan bukan terhindarkan menyebabkan adanya proses akulturasi budaya. Menurut KBBI, akulturasi ialah proses masuknya kontrol kebudayaan asing dalam suatu masyarakat. Sebagian masyarakat menyerap kultur tersebut secara selektif ataupun sebagian kembali berusaha menolak kontrol tersebut.

Seiring dengan semakin canggihnya teknologi publikasi, remaja di Indonesia mulai terkena dampak terbit akulturasi budaya. Tamadun Korea Selatan yang tersebar melalui K-Pop dan K-Drama sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan remaja di Indonesia.

BAB III METODOLOGI Pendalaman

A. Metode Penelitian

Metode riset nan dipakai adalah deskriptif kualitatif. Menurut pengertian terbit Endraswara (2006: 83), penelitian kualitatif memiliki bilang relaitas, yakni penyelidikan lebih umum (general), holistik, serta hasil konstruksi dari pemahaman.

B. Fokus Penelitian

Penelitian ini mengkaji dampak kebudayaan Korea Selatan terhadap taruna yang ada di Indonesia.

BAB IV PEMBAHASAN

A. Dampak Positif Budaya Korea Daksina terhadap Taruna di Indonesia

Barang apa sesuatu burung laut memberikan dua sisi pada orang, yakni sisi positif dan jihat negatif. Kebudayaan Korea Selatan pun tidak selamanya buruk. Sama-sama berbenda di rumpun Asia, budaya Korea juga boleh memberikan dampak yang positif. Dampak positif tersebut yaitu sebagai berikut.

1. Memotivasi Diri untuk Berjuang Keras demi Mewujudkan Damba

Di Korea Kidul, bakal bisa menjadi seorang seniman atau
idol
(penyanyi), mereka harus melalui hari training yang tidak sebentar. Untuk bisa
debut
sebagai pendendang, seniman tersebut menjalani tahun
trainee
yang sangat janjang, bahkan ada yang sampai tujuh tahun.

Mereka terus menjalani masa latihan tanpa adv pernah apakah dapat berhasil sampai
debut
alias enggak. Untuk menjadi penyanyi, pembawaan lain bisa menjadi acaram. Per
trainee
harus bekerja gigih sebaiknya mimpinya boleh terwujud.

Tak hanya momen menjadi trainee, momen sudah berhasil debut pun, mereka harus tetap berlomba dengan ketat. Buat bertahan di dunia hiburan, kerja keras adalah kunci penting.

Bagi muda, idola mereka adalah panutan mereka. Arah baik ini juga boleh tertanam untuk remaja di Indonesia. Jikalau mereka ingin buru-buru meraih damba, mereka harus belajar dengan giat.

2. Memperluas Wawasan tentang Budaya Korea

Melalui bioskop ataupun lagu yang dinikmati, cukup umur akan tiba tertarik bakal berlatih budaya Korea. Tak hanya mempelajari budayanya secara swadidik, cukup umur saat ini terlebih suka-suka yang sampai melakukan kursus untuk mempelajari bahasa korea dan
hangeul
atau huruf korea.

3. Belajar Menabung

Karena amat terdorong dengan tamadun Korea, bukan adv minim remaja yang ingin membeli semacam
merchandise
dari artis idola mereka. Bagi mendapatkannya mereka jelas harus memiliki uang. Mencintai budaya Korea juga boleh mengajarkan remaja lakukan suka menabung.

4. Membusut Teman dan Asam garam

Selepas kultur Korea begitu naik daun di Indonesia, banyak sekali komunitas-peguyuban pecinta K-Pop atau K-Drama bermunculan. Mereka akan membentuk kelompok sesuai dengan kesenangan mereka untuk berpalis amanat dan
merchandise.

Dengan bergabung dengan komunitas tersebut, remaja memiliki lingkaran pertemanan nan lebih osean. Relasi tersebut bisa memberikan banyak fungsi terhadap remaja.

Popular:   Bisnis Online Ibu Rumah Tangga Tanpa Modal

B. Dampak Negatif Budaya Korea Terhadap Akil balig di Indonesia

Selain keadaan-hal yang berbau positif, budaya Korea juga menerimakan dampak negatif. Bilang dampak negatif tersebut adalah sebagai berikut.

1. Menjadi Lebih Boros

Karena terserah banyak sekali
merchandise
partikular Korea yang ikut ke Indonesia, taruna yang kurang bisa mengontrol kehausan mereka cenderung akan bertindak boros. Jika tidak segera ditangani, resan ini akan berpengaruh buruk bagi sukma muda.

2. Majuh Terjadi Pertengkaran Antarkomunitas (Fanwar)

Karena kecintaan yang berlebihan, komunitas K-Pop majuh sekali
cekcok
ataupun yang biasa disebut fanwar. Hal ini lagi bisa negatif mental para taruna.

3. Memudarnya Kebanggaan atas Budaya Seorang

Detik terlalu asyik dengan budaya asing, remaja mendekati melenyapkan budaya tradisional Indonesia. Memudarnya kebanggaan atas budaya sendiri jelas bisa menembakkan kepunahan budaya. Satu detik nanti, budaya murni Indonesia bisa benar-ter-hormat hilang.

Bab V Pengunci

Penyerantaan budaya Korea yang masif di Indonesia jelas akan menyebabkan dampak positif dan destruktif. Dampak tersebut lebih banyak dirasakan maka itu para cukup umur. Alasannya yakni remaja cenderung labil karena menengah berada privat proses pencarian ikhlas diri.

Sejauh kecintaan terhadap budaya Korea lain berlebihan, taruna akan mendapatkan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatif. Mereka bisa meneladani sifat-kebiasaan positif dari idola mereka.

Sebaliknya, jikalau remaja memiliki kecintaan yang plus, dampak negatif masuknya budaya Korea pun bukan boleh dihindari.

DAFTAR Wacana

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Endraswara. 2006. Metode, Teori, dan Teknik Pengkhususan Tamadun.
Yogyakarta: Penerbit Wacana Widyatama.

Download Arketipe Karya Ilmiah PDF | Download Doc

karya ilmiah

Setelah membaca acuan karya ilmiah di atas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran tentang sebagaimana segala penulisan kabar penelitian yang tepat. Selanjutnya, Anda bisa mulai menciptakan menjadikan karya ilmiah sendiri.

Sebenarnya, hipotetis karya ilmiah di atas masih belum sempurna. Secara struktur, penyusunannya mungkin sudah benar. Akan tetapi, secara keilmiahan, paradigma di atas belum menggerutu data nan akurat.

Nah, bagi Anda yang kepingin menciptakan menjadikan karya yang lebih model dari contoh karya ilmiah di atas, mari ikuti langkah-awalan berikut ini.

  1. Memilih topik studi
  2. Menentukan objek amatan
  3. Mengumpulkan bahan
  4. Melakukan jajak pendapat lapangan
  5. Membuat postulat
  6. Mengamalkan penelitian berdasarkan metode yang direncanakan
  7. Mengumpulkan data hasil penelitian
  8. Menganalisis dan menginterpretasi data penggalian
  9. Merumuskan Konklusi

Selanjutnya, setelah melakukan serangkaian tahapan penelitian di atas, Kamu dapat memformulasikan laporan pengkhususan yang disebut sekali lagi dengan karya ilmiah.

Segala yang perlu diperhatikan saat menyusun karya ilmiah?

Tahap minimal susah dalam membuat karya ilmiah, pada dasarnya, adalah tahap penelitian. Selepas penelitian selesai. Anda dahulu menyusun hasilnya menjadi sebuah karya tulis yang sempurna.

Sebagaimana arketipe karya ilmiah di atas, Anda teristiadat membuat laporan nan sistematis. Dalam hal ini, Anda hanya perlu mengikuti struktur karya ilmiah sesuai dengan ketentuan susuk Anda.

Jika Dia ingin membentuk karya ilmiah untuk dilombakan, umumnya panitia akan memberikan struktur karya ilmiah laksana pedoman penyusunannya. Bintang sartan, Anda hanya teristiadat menyesuaikan formatnya semata-mata.

Penutup

Karya ilmiah n kepunyaan beraneka rupa bentuk. Secara tersisa, kata sandang yang ditulis berdasarkan penelitian pun masuk dalam kategori karya ilmiah.

Karya ilmiah adalah tulisan yang disusun dengan memperhatikan kaidah ilmu pengetahuan. Penyusunannya juga menggunakan bahasa standar sesuai dengan suratan PUEBI.

N domestik dunia pendidikan, karya ilmiah memiliki peran nan sangat terdahulu. Saat berada di tingkat pendidikan yang bertambah tinggi nanti, adanya karya ilmiah akan membentuk ilmu pemberitahuan terus berkembang.

Karena pentingnya karya ilmiah, sejak duduk di amben SMA, Anda mungkin mutakadim dipaksa untuk belajar membuat karya ilmiah. Salah satunya adalah melalui tugas-tugas nan diberikan oleh temperatur.

Tunak nasib n domestik melakukan tugas membuat karya ilmiah, ya. Jika Anda mengerjakannya dengan tekun, kepentingan baik pula akan bisa didapat.

Baca pula: Contoh Kata sandang Ilmiah Pendek nan Baik dan Bermoral

Contoh karya ilmiah ini bisa dijadikan korban pustaka untuk mewujudkan catatan yang bagus. Mudahmudahan pemberitahuan ini berjasa!


Sumber: https://saungwriter.com/info/contoh-karya-ilmiah