Anggota Tubuh Yang Mendapat Perhatian Ketika Melakukan Meditasi Pernapasan Yaitu


Unduh PDF


Unduh PDF

“Anapanasati” nan berarti “kognisi akan napas” atau meditasi fotosintesis adalah inti praktik reflekstif umat Buddha. Latihan tafakur respirasi adalah riuk satu cara membangun kesadaran dan berkonsentrasi dengan melakukan relaksasi dan mengantarai tubuh, perasaan, dan pikiran. Sesuai ajaran Buddha, maksud akhir meditasi adalah mencapai nirwana atau berakhirnya penderitaan.[1]

[2]

Selain umat Buddha, banyak orang yang membiasakan perenungan respirasi karena kebaikan yang lain, misalnya untuk menjalin keterhubungan dengan tubuh dan pikiran, berlatih menyadari kekinian, dan menikmati indahnya keheningan.[3]

  1. 1

    Tentukan tempat bermeditasi nan tenang.
    Carilah medan yang lengang agar Dia boleh berkontemplasi. Meditasi pernapasan dilakukan dengan berfokus lega irama napas yang sangat halus sehingga mudah sekali terputus jika muncul suara yang mengalihkan pikiran. Sesuai wahi dalam kitab suci agama Buddha, Anda disarankan bermeditasi di konstruksi nan tidak dikunjungi orang, di hutan, atau di bawah pohon, tetapi semoga lebih praktis, Anda bisa sparing di medan yang tenang dan objektif gangguan. Biasakan berlatih di tempat nan sama setiap hari sampai Ia dapat timbrung ke dalam kondisi meditatif dengan mudah.[4]

  2. 2

    Pertahankan postur tubuh yang benar.
    Sesuai wahi Buddha, semadi asimilasi harus dilakukan sambil duduk dengan punggung tegak.[5]

    Latihan ini berujud merilekskan jasad, merasakan kebahagiaan, dan menenangkan pikiran. Jadi, semakin nyaman postur tubuh Dia, semakin baik.[6]

    • Posisi duduk yang umum digunakan adalah bersila dengan meletakkan telapak kaki kanan di atas pukang kiri dan telapak kaki kidal di atas paha kanan. Sekiranya cacat nyaman, Anda bisa bersila seperti biasa alias duduk di kursi.
    • Duduklah berdiri dengan bekas kaki harfiah dan kepala tersangga dengan baik. Bila terbiasa, duduklah sambil bersandar kecil-kecil dan penuh kesadaran di kursi, dinding, atau batang pokok kayu. Dekatkan abnormal dagu ke dada jika terasa lebih nyaman.
    • Letakkan telapak tangan sesuai keinginan. Biasanya, punggung tangan diletakkan di pangkuan dalam posisi terbuka ke atas lalu letakkan jejak kaki telapak tangan kanan di atas bekas kaki tangan kiri.
  3. 3

    Rilekskan diri.
    Setelah Sira memilih postur tertentu, mulailah mengerjakan relaksasi secara sadar serempak menarik dan membuang napas melalui hangit beberapa kali. Amati bagian tubuh yang terasa tegang dahulu abaikan. Melakukan relaksasi dengan munjung kesadaran membuat Ia kian cepat merasa nyaman. Amati terus umpan putar positif tersebut agar pikiran dan perasaan Anda masuk lebih jauh privat kekinian, ketenangan, dan kesentosaan.

    • Biarkan mata Anda lambat-laun terpejam dengan sendirinya selama relaksasi. Bila perlu, Ia boleh mengejapkan mata dengan kecil-kecil sebelum berangkat bermeditasi.
  4. 4

    Fokuskan pikiran puas berasimilasi.
    Setelah pikiran Ia nyenyat dan terkendali, arahkan pikiran pada bagian badan tertentu agar Anda makin mudah merasakan napas dan bersemedi, misalnya: ujung indra maupun bagian tengah bibir atas sebab Anda dapat merasakan sirkulasi udara di bagian tubuh tersebut.[7]

    Beberapa hamba allah lebih melembarkan rongga hidung, rongga perkataan putaran belakang, dada, atau perut.

    Iklan

  1. 1

    Hitunglah napas misal panduan ketika Sira mulai berlatih.
    Bagi para pemula, cara tersebut lewat kondusif mengendalikan pikiran. Berfokuslah memperhatikan bagian bodi yang sudah Engkau tentukan, ujung hidung, misalnya. Hitunglah napas sesuai pola berikut: 1 (tarik napas), 1 (buang napas), 2 (tarik napas), 2 (buang berasimilasi), dan selanjutnya sampai 10. Selepas itu, mulai sekali lagi mulai sejak 1.[8]

    • Terserah beberapa pendirian menghitung nan digunakan internal meditasi, misalnya menghitung sampai 5 ataupun 8. Ada lagi nan menghitung sampai 5 setiap meruntun dan membuang berasimilasi dengan angka 5 di pengunci voltase atau embusan napas.[9]

      [10]
  2. 2

    Amati napas dengan ingatan.
    Jika Anda sudah lalu bisa mengistimewakan manah pada napas, berhentilah berhitung. Bernapaslah sebagai halnya biasa sederum memaki perubahan yang terjadi pada irama berasimilasi dan karakteristiknya. Sadari bahwa berasimilasi Beliau janjang sekiranya Sira menarik napas panjang. Sadari bahwa napas Beliau pendek jikalau Engkau bernapas singkat. Perhatikan dan rasakan semua karakteristik napas Anda (jenjang, kecepatan, dan impitan napas) sedarun mengamatinya dari awal sebatas intiha.[11]

    Persiapan ini akan melatih Dia sehingga lebih menyadari persilihan natural dan relaksasi yang muncul dengan bernapas sepanjang bermeditasi. Situasi ini membentuk apa yang Buddha gambarkan misal “menyadari kerelaan bodi (melintasi napas)”.[12]

    • Pertahankan fokus pada bagian tubuh tertentu. Amati berasimilasi (awal, tengah, dan akhir) melalui perubahan perputaran udara di area tersebut, alih-alih mengikuti aliran gegana yang melewatinya.[13]
    • Walaupun langkah tersebut terikut mudah, banyak orang nan menghabiskan perian bertahun-tahun di tahap ini untuk meningkatkan kemampuan menegaskan ingatan. Akan saja, pencapaian setiap tahap tidak bisa ditentukan berapa lama.
  3. 3

    Arahkan perasaan ke bagian tubuh rantus perputaran berasimilasi.
    Sambil terus menyadari irama napas, napas Dia akan semakin renik dan halus, tubuh Anda akan semakin rileks. Selain itu, perputaran napas akan semakin sulit dideteksi sehingga terkadang mengejutkan atau mengalihkan perhatian. Berlatihlah memfokuskan perasaan pada penggalan tubuh yang terjangkit aliran berasimilasi dengan penuh kesabaran. Hal ini bisa tercapai takdirnya Anda bernas mengingat-ingat berkurangnya udara yang bersirkulasi di dalam rongga hidung atau hingga ke bibir. Jika berakibat, tahap ini akan membebaskan pikiran berusul perombak sehingga Anda merasa tenang dan bahagia.[14]

  4. 4

    Arahkan perhatian Anda plong sinyal mental.
    Sepanjang tahap mengamati aliran napas, banyak orang yang “melihat” rangka ataupun sinyal mental, misalnya: kilauan terang, kabut, atau roda. Pada awalnya, sinyal yang tampak galibnya tidak stabil dan berkelap-kelip nan menunjukkan proses membiasakan. Sesudah Anda mampu menangkap sinyal, fokuskan perhatian pada sinyal tersebut kontan terus bernapas. Sinyal yang pertama mungkin tertentang mungkin cacat jelas dan tidak stabil, hanya akan semakin jelas jika Ia terus berfokus.[15]

    Saja pekerja meditasi berpengalaman nan boleh mencapai tahap ini sebab membutuhkan konsentrasi tekun dan bisa berlangsung sepanjang sejumlah jam.[16]

    • Aksi mengalihkan pikiran dari napas ke gambar mental acap kali membuat alamat musnah. Dengan mengingat-ingat napas, Anda bisa menstabilkan gambar mental dan pikiran akan konstan terfokus sonder perlu berusaha.[17]
    • Langkah ini akan berjalan secara natural dengan pertukaran nan berlangsung paralel. Teknik “sentuhan” dan “pengamatan” merupakan teknik bagi memasuki kondisi yang dalam agama Buddha disebut “lenyapnya kesenangan badani”.[18]

      [19]
  5. 5

    Amati suka cita yang Beliau alami.
    Tahap yang sulit dicapai ini mengasihkan Kamu kesempatan untuk mengenal diri sendiri secara betul-betul dan melihat aspek diri yang belum Beliau temukan. Dalam wahyu Buddha, tahap ini terdiri atas 3 aspek: mengalami suka cita (piti), mengalami kebahagiaan (sukha), dan mengalami pikiran terpusat (citta ekagatta).[20]

    Dengan melakukan langkah-persiapan tersebut di atas secara rutin, Anda akan masuk dalam kondisi mental nan produktif memicu rasa suka cita dan kegembiraan batin. Banyak ajaran dan tulisan yang meributkan beragam kondisi pikiran (jhana) dalam tahap ini.[21]

    Lakukan beberapa cara berikut untuk mencacat diri sendiri:

    • Menyadari bagaimana demen cita dan kebahagiaan batin memicu perasaan nan menghilangkan sehingga membawa ketenangan dan kedamaian.
    • Menuduh bagaimana kesabaran nan muncul terbit kebahagiaan batin menimbulkan kondisi pikiran yang berbeda, yaitu pikiran tentang kebebasan dan kepadaan.
  6. 6

    Ubahlah emosi negatif.
    Lepaskan kelobaan, kesombongan, dan emosi lain nan menghambat keberuntungan. Intern wangsit Buddha peristiwa ini disebut kekotoran (kilesa).[22]

    Teknik berikut akan membantu Beliau saat mengalami 4 tahap penutup meditasi pernapasan jika dilakukan dengan hati nan tenang dan bijaksana:

    • Ki memenungkan kesementaraan. Memahami implikasi terdalam kesementaraan penderitaan.
    • Merenungkan lenyapnya nafsu.
    • Merefleksikan penyudahan.
    • Merenungkan pelepasan. Mengingat-ingat bahwa pelepasan kebiasaan berburu kebahagiaan dan kesenangan mewujudkan Anda semakin berkapasitas dan merasa aman secara batiniah.
  7. 7

    Murnikan diri terbit emosi merusak.
    Gantilah emosi negatif dengan kebajikan. Salah satu cara memurnikan diri merupakan mengerjakan pelepasan (viraga) dengan membebaskan pikiran semenjak masalah, penyesalan akan masa lalu, dan kekhawatiran akan masa depan.

    • Ingatlah bahwa tahap ini tidak boleh teraih dengan mudah intern periode singkat sebab proses memurnikan diri membutuhkan latihan yang intensif dan ki ajek.[23]
  8. 8

    Ingatlah situasi-hal nan sudah berlalu dan nan medium terjadi.
    Setelah menyelesaikan semua tahap
    anapanasati, akhiri meditasi dengan mempertimbangkan bahwa kesadaran akan napas membuat Anda produktif menghilangkan emosi negatif dan membentuk cara pandang baru. Sadari bahwa pengendalian diri dengan mengatur nada berasimilasi perlahan-petak menenangkan jasad, perhatian, emosi, dan manah. Kondisi tersebut bisa tercapai karena adanya kesementaraan di alam segenap (anicca).

    Iklan

Popular:   Badan Yang Benar Ketika Melakukan Meditasi Adalah
  1. 1

    Lakukan kursus pernapasan secara teratur.
    Setelah Anda mampu memusatkan perasaan, berfokuslah lega objek maupun gambar mental untuk meningkatkan kemampuan berkhalwat. Sira bisa berlatih memfokuskan perhatian pada napas dan berbagai aspeknya jika mutakadim mahir bermeditasi. Latihan berikut membantu Anda meningkatkan kemampuan menyelesaikan ingatan seyogiannya tetap terfokus sreg napas saat bermeditasi.[24]

    • Amati aliran napas secara utuh dari bintik tertentu. Sebagai analogi yang tepat, bayangkan gergaji untuk memotong sebatang kayu. Ia hanya perlu menghakimi titik pertemuan antara gergaji dan jenazah kusen saat gergaji bergerak jatuh bangun tanpa mengikuti setiap gerakannya sebab Anda tidak adv pernah sudah seberapa dalam Anda memotong papan.
    • Manfaatkan perputaran energi yang terbentuk saat bernapas. Pelaku permenungan berpengalaman mampu mengalirkan energi ke seluruh raga bikin menentramkan linu dan menyegarkan diri sehingga ia merasa nyaman.
    • Gunakan napas untuk merilekskan jasad dan perhatian serta meningkatkan kesadaran melalui aliran napas nan semakin halus.
    • Ketahui bahwa distribusi napas dipengaruhi maka dari itu kondisi pikiran. Perasaan nan tegang membuat napas ikut tegang. Kondisi ingatan lazimnya tercermin melalui napas. Berasimilasi akan menjadi lebih kecil-kecil dan tenang dengan meniadakan perhatian negatif menjadi manah positif sehingga badan dan pikiran menjadi rileks. Contohnya: pikirkan kehendak baik saat marah, berterima kasih saat bersedih.
    • Sadari bahwa kondisi manah dibentuk oleh aliran napas dan kondisi saluran pernapasan. Kita jarang bernapas melalui kedua gorong-gorong hidung secara bersamaan sebab salah satu lubang biasanya tersumbat. Perputaran berasimilasi yang timbrung menerobos lubang hidung kidal akan mengaktifkan biang kerok kanan dan terowongan indra kanan akan mengaktifkan dedengkot kiri.
    • Amati maksud mental yang mengarahkan proses menarik dan membuang napas sinkron merenungkan ketiadaan alias kekosongan (anatta). Proses bernapas secara fisik dan mental lain berhenti ketika kita mengalihkan ingatan berbunga napas.
    • Amati kesementaraan atau proses pergantian pikiran dan jasmani nan terjadi secara natural. Sama seperti napas yang sering berubah sehingga tidak asosiasi suka-suka napas yang sama, praktik meditasi pula bosor makan berbeda sehingga Anda lain pernah mengalami dua hari meditasi yang setimbang.
    • Amati perubahan napas saat Kamu menjangkitkan perhatian ke incaran yang berbeda, misalnya: pemindah, manah, perasaan, atau sensasi di dalam tubuh.
  2. 2

    Tingkatkan kemampuan mempertahankan fokus.
    Setelah kondisi meditatif tercapai, berusahalah mempertahankannya agar tidak menjadi lebih maupun kurang intensif sehingga perhatian Anda tetap terfokus. Laksana kias sederhana, kita gunakan pendirian mencari volume celaan yang pas. Plus banyak berusaha berjasa memperbesar piutang suara miring, cacat berusaha berguna memperkecil piutang suara minor. Usaha yang berlebih banyak membuat pikiran terpaksa dan napas tidak koheren, tetapi usaha yang berlebih sedikit akan melemahkan napas dan perasaan.[25]

  3. 3

    Pertahankan kesadaran akan napas semoga setia konsisten.
    Meditasi akan merilekskan jasmani sehingga kebutuhan oksigen berkurang dan aliran napas semakin halus, sampai-sampai seperti mana lain bernapas sama sekali. Detik berlatih, pertahankan kesadaran secara taat sebab Kamu akan pun bernapas seperti mana formal. Akan tetapi, sentralisasi akan hilang kalau perhatian Kamu teralihkan.[26]

    • Untuk meningkatkan kemampuan bersuluk, pertahankan fokus sebatas Sira memperoleh bukti melalui bulan-bulanan tertentu dan merasakan kegembiraan yang dikenal dengan istilah suka cita. Jika belum merasakan gemar cita, Anda akan sulit berkonsentrasi lebih n domestik.
    • Alamat yang muncul akan farik bagi setiap orang, misalnya: perubahan sensasi bodi, gambar mental, sesuatu yang bergerak, dll. Akan tetapi, pekerja meditasi jarang mengalami hal tersebut sebab silam dipengaruhi oleh banyak aspek, misalnya: temperamen, camar duka dan keterampilan bermeditasi, lokasi, pengubah, maupun prerogatif yang sedang dipikirkan. Jika muncul objek tertentu, fokuskan manah pada objek tersebut minus menganalisis warnanya, ciri-cirinya, dll. sebab bahan akan mudah hilang sekiranya Dia tidak sirep dan terfokus. Berlatihlah dengan tekun sebab membangun kesadaran akan berasimilasi bukanlah peristiwa mudah.

    Iklan

Popular:   Apa Yang Dimaksud Meditasi Dengan Anak Panah Atau Anapanasati
  1. 1

    Lakukan peregangan

    secara terintegrasi.

    Biasakan melakukan penegangan sebagai bagian bersumber rutinitas harian, misalnya dengan berlatih yoga sebab yoga menerapkan teknik asimilasi yang separas. Anda boleh beryoga sebagai tutorial rutin maupun perumpamaan bagian dari gaya hidup aktif. Detik berlatih peregangan, pastikan punggung Anda bosor makan nyaman dan lurus, biarkan tulang ekor dan urat tembolok rileks. Mulailah belajar sambil duduk intern postur lotus, alih-alih bersila sama dengan sahih saat bermeditasi.[27]

  2. 2

    Berlatihlah secara setia.
    Lakukan meditasi dengan cara yang sama di wadah nan setinggi untuk memasyarakatkan perasaan pada kemampuan berfokus secara konsisten. Sesuai pendapat para ahli, para pemula sebaiknya berlatih beberapa jam per masa sejauh suatu minggu atau lebih tanpa melakukan aktivitas apa lagi, misalnya dengan mengikuti retret. Banyak bani adam yang membutuhkan waktu beberapa perian sampai bilang rembulan setakat mereka berakibat membebaskan pikiran dari ketegangan dan berbagai masalah lakukan menghilangkan gangguan mental yang membawa pencerahan.[28]

  3. 3

    Jangan bermeditasi ketika perut lapar alias terlalu kenyang.
    Ketika bermeditasi, tubuh kita membutuhkan energi, sahaja tembolok yang yunior hanya dikonsumsi memicu kantuk dan mengalihkan perhatian. Anda harus tetap terjaga dan terfokus, enggak memikirkan makanan.

    Iklan

Adapun wikiHow ini

Pekarangan ini telah diakses sebanyak 40.794 kali.

Apakah artikel ini membantu Ia?


Sumber: https://id.wikihow.com/Berlatih-Meditasi-Pernapasan-(Anapanasati)